Mobilitas Menguat, Penumpang Kereta Juni Tembus 49,54 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Mobilitas masyarakat melalui berbagai moda transportasi meningkat pada Juni 2026. Kenaikan terjadi pada angkutan kereta, udara internasional, laut domestik, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.
Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (03/08/2026), melaporkan jumlah penumpang kereta api mencapai 49,54 juta orang pada Juni 2026. Angka tersebut naik 5,49% dibandingkan Mei dan meningkat 8,61% dibandingkan Juni 2025.
Angkutan kereta menjadi moda dengan jumlah penumpang terbesar. Sebagian besar penumpang berasal dari layanan Jabodetabek yang mencapai sekitar 30,47 juta orang.
Penumpang kereta di wilayah Jawa non-Jabodetabek mencapai sekitar 9,40 juta, sedangkan layanan kereta di luar Jawa sekitar 4,35 juta penumpang.
MRT mengangkut sekitar 760.900 penumpang, LRT sekitar 709.300, kereta bandara sekitar 523.100, dan Kereta Cepat Whoosh sekitar 3,33 juta penumpang.
Angkutan udara domestik mencatat 4,69 juta penumpang, naik 14,15% dibandingkan Mei 2026. Namun, dibandingkan Juni 2025, jumlah penumpang domestik masih turun 6,12%.
Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara domestik tersibuk dengan sekitar 1,29 juta penumpang berangkat. Bandara Juanda mencatat sekitar 409.400 penumpang, Ngurah Rai 329.900, Kualanamu 228.300, dan Sultan Hasanuddin 177.800 penumpang.
Jumlah penumpang udara internasional mencapai 1,68 juta orang, tumbuh 1,59% secara bulanan dan 1,16% secara tahunan.
Bandara Ngurah Rai mendominasi keberangkatan internasional dengan sekitar 704.300 penumpang, disusul Soekarno-Hatta sekitar 650.000. Kualanamu, Juanda, dan Sultan Hasanuddin melengkapi lima bandara utama.
Angkutan laut domestik mencatat 2,98 juta penumpang. Jumlah tersebut meningkat 17,03% dibandingkan Mei dan 8,71% dibandingkan Juni 2025.
Di antara pelabuhan utama, Tanjung Priok mencatat sekitar 76.900 penumpang, Tanjung Perak 65.400, Belawan 28.300, Makassar 13.700, dan Balikpapan 8.200 penumpang.
Angkutan sungai, danau, dan penyeberangan mengangkut 4,96 juta penumpang, naik 10,05% secara bulanan dan 2,42% secara tahunan.
Pelabuhan Merak mencatat sekitar 1,02 juta penumpang, Bakauheni 1,01 juta, Ketapang 706.200, Gilimanuk 648.100, dan Pototano 134.100 penumpang.
Berbeda dengan penumpang, perkembangan angkutan barang bervariasi. Volume barang melalui kereta api mencapai 6,43 juta ton, meningkat 2,49% dibandingkan Mei dan 7,97% dibandingkan Juni 2025.
Baca Juga
Harga Perdagangan Besar Deflasi 0,37%, Biaya Konstruksi Tetap Naik
Sebagian besar angkutan barang kereta berasal dari Sumatera dengan volume sekitar 5,30 juta ton, terutama terkait pengangkutan komoditas pertambangan dan perkebunan. Angkutan barang kereta di Jawa non-Jabodetabek mencapai sekitar 1,13 juta ton.
Volume barang yang diangkut melalui laut domestik mencapai 43,06 juta ton. Jumlah tersebut turun 1,90% secara bulanan, tetapi masih meningkat 6,71% dibandingkan Juni 2025.
Tanjung Priok mencatat angkutan barang sekitar 1,45 juta ton, Tanjung Perak 1,31 juta ton, Panjang 432.000 ton, Makassar 132.200 ton, dan Balikpapan 101.300 ton.
Angkutan barang melalui udara domestik mencapai sekitar 40.000 ton. Volume tersebut turun 9,48% dibandingkan Mei dan merosot 21,23% dibandingkan Juni 2025.
Penurunan angkutan udara menunjukkan pergeseran atau pelemahan pengiriman barang bernilai tinggi dan berjangka waktu cepat. Biaya angkutan udara yang relatif mahal juga dapat mendorong pelaku usaha memilih moda lain.
Peningkatan penumpang di hampir seluruh moda memperlihatkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tetap kuat. Namun, penurunan penumpang udara domestik secara tahunan serta turunnya kargo udara perlu menjadi perhatian dalam pengembangan konektivitas dan efisiensi biaya logistik nasional.
