Purbaya Periksa Rekening Pemda untuk Buktikan Ketersediaan Anggaran
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ia sedang memeriksa rekening pemerintah daerah atau pemda untuk memastikan pemda mana saja yang memerlukan anggaran.
“Kita memang sedang memeriksa daerah-daerah mana saja yang enggak punya duit. Ngaku kan begitu. Kita akan melihat uang mereka di bank seperti apa, dipakai apa enggak,” kata Purbaya, saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, di kantornya, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menurut Purbaya, dia sudah mengantongi sejumlah angka dana milik pemda di bank. Tetapi, angka tersebut belum dapat diumumkan karena perlu mendapat izin Presiden Prabowo Subianto dan komunikasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
“Jadi belum bisa saya beritahu sekarang,” kata dia.
Plt Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti membenarkan bahwa Kemenkeu sedang mengevaluasi pemerintah mana yang mengalami kekurangan anggaran. Menurutnya, solusi yang disiapkan pemerintah adalah efisiensi.
“Nanti kalau ada perhitungan final kami ajukan ke Pak Menkeu dan Pak Menkeu ajukan ke Presiden,” kata dia.
Baca Juga
Wacana Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Dirjen Pajak: Tak Perlu Jadi Polemik
Menurut Nufransa, kontraksi Transfer ke Daerah (TKD) baru mencapai Rp 357,4 triliun per Juni 2026. Angka ini terkontraksi -11,2% secara tahunan.
“Saya rasa gak semua kontraksi juga dari sisi ekonomi. Karena saya lihat pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah masih tumbuh. Mungkin karena kaget kegiatan-kegiatanya yang dibiayai dari TKD tahu-tahu berkurang,” ujar dia.
Meski terkontraksi, Nufransa mengatakan pertumbuhan ekonomi di daerah masih tumbuh. Ini terjadi karena pemerintah pusat masih mendanai pembangunan di daerah.
“Saya rasa itu berpengaruh ke pertumbuhan ekonmi di daerah. Prinsipnya kalau TKD dikurangi tetapi pembangunan tidak berkurang, itu yang dilakukan pemerintah pusat,” ucap dia.
