Purbaya Hati-Hati Tambah Anggaran Belanja Gegara Harga Minyak Mentah Naik Lagi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memgaku akan berhati-hati menambah dana untuk anggaran pembiayaan program-program pemerintah di kementerian/lembaga. Pasalnya harga minyak mentah dunia kembali
Langkah ini dipicu mulai tidak stabilnya harga minyak mentah dunia akibat konflik di Timur Tengah yang kembali memanas menyusul saling serangnya Iran dan Amerika Serikat.
“Tadinya kan harga minyak turun, saya akan balikin sebagian (anggaran awal) ke program-program, tapi harganya mulai naik lagi. Kita harus hati-hati dulu untuk tambahan belanja,” kata Purbaya, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (21/7/2026).
Namun demikian Purbaya menegaskan bahwa kondisi fiskal pemerintah dalam posisi aman. Dia merujuk pada hasil penilaian S&P Global yang menyebut prospek ekonomi Indonesia dalam kategori stabil. Selain itu, dia menyebut akan ada penilaian dari lembaga pemeringkat asal China tentang fiskal Indonesia.
Dalam kesempatan serupa Purbaya mengatakan pemerintah belum mempertimbangkan langkah pemangkasan anggaran pertahanan. Pos anggaran pertahanan merupakan salah satu belanja terbesar dalam APBN 2026 dengan nilai Rp 337 triliun. Anggaran ini terbagi menjadi dua komponen yaitu Rp 187,1 triliun yang dialokasikan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Pertahanan dan TNI dan sisanya, Rp 150 triliun, disimpan sebagai dana cadangan belanja.
Purbaya menekankan pemangkasan anggaran akan dilakukan ketika pagu defisit di APBN 2026 berpotensi melebar.
“Kalau memang mungkin defisit kita 'terganggu' ya kita pangkas, tapi rasanya enggak. Masih jauh dari sana,” kata dia.
Baca Juga
Defisit APBN Juni 2026 Menurun, Daya Beli Masyarakat Tertekan
“Defisit terkendali,” imbuhnya.
Untuk anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), Purbaya menyebut masih menunggu hasil kajian dari Badan Gizi Nasional (BGN). Meski memberi sinyal anggaran akan dipangkas, eks bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu belum menyebut berapa besar kisaran angkan pemangkasannya.
“Saya mau ketemu Kepala BGN pekan ini, mau lihat seperti apa akhirnya, strategi dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan (anggaran)” ujar dia.
Sebagaimana diberitakan, pada Minggu (19/7/2026), harga minyak mentah dunia sempat menyentuh US$ 91 per barel. Angka tersebut mulai turun pada dua hari terakhir. Hari ini, Selasa (21/7/2026), minyak mentah WTI tercatat senilai US$ 82,35 per barel dan versi Brent senilai US$ 88,72 per barel.
Dikutip dari Antara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) rata-rata akan berada di kisaran US$ 67-71 per barel pada Juli 2026.
Angka tersebut turun dari ICP yang ditetapkan Kementerian ESDM pada Juni 2026 yang sebesar US$ 83,45 per barel. Sementara itu, ICP pada Mei 2026 mencapai US$ 106,56 per barel.
