Menkeu: Prospek Ekonomi Masih Kuat, Meski Penjualan Mobil dan Sepeda Motor Terkontraksi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan prospek pertumbuhan ekonomi jangka pendek masih terasa sangat kuat. Namun demikian, penjualan mobil dan sepeda motor terkontraksi.
Prospek pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang masih terasa sangat kuat, lanjut dia, terlihat dari beberapa indeks yang terjaga. “Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) masih relatif tinggi di 123,1,” kata Sri Mulyani saat paparan APBN Kita, di kantornya, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Baca Juga
Sri Mulyani mengatakan, Mandiri Spending Index juga relatif stabil tinggi. Ini artinya, kata Sri Mul, konsumen percaya diri konsumsi masih bisa terjaga.
“Kemudian PMI Indonesia masih ekspansif 52,7. Penjualan riil juga menguat di 3,6 (%),” ujar dia.
Catatan positif juga ditorehkan konsumsi listrik untuk bisnis, yang mengalami pertumbuhan hingga double digit sebesar 10,5. “Sementara untuk industri di -0,8 (%),” ujar dia.
Waspadai Penjualan Kendaraan Kontraksi
Sri Mulyani mengatakan, yang perlu diwaspadai adalah penjualan kendaraan mengalami kontraksi. Penjualan untuk mobil mengalami kontraksi 18,8% dan sepeda motor terkoreksi 2,9%.
“Ini artinya, untuk pembelian barang durable seperti mobil mengalami tekanan. Meski demikian, consumer confidence masih relatif kuat, ini yang perlu kita jaga,” kata dia.
Baca Juga
Menurunnya pembelian durable goods juga terasa pada penurunan Pajak Pertambahan Nilai untuk konsumsi Dalam Negeri. Sri Mulyani mengakui, PPN Dalam Negeri anjlok 25,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai PPN dalam negeri per 15 Maret 2024 tercatat sebesar Rp 56,03 trilin.
Sri Mulyani pun menekankan kontraksi PPN Dalam Negeri terjadi akibat meningkatnya pengajuan restitusi lantaran harga komoditas turun.

