Kemenkomdigi: Keamanan Siber Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menegaskan keamanan siber menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Tanpa sistem keamanan yang kuat, transformasi digital dinilai sulit memberikan dampak optimal terhadap perekonomian.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah lanskap keamanan siber. Karena itu, teknologi AI juga harus dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pertahanan digital.
"Pertanyaannya sekarang bukan apakah kita pakai AI atau bukan. Pertanyaannya sekarang bagaimana kita menggunakan AI secara benar dan sesuai dengan bisnis proses kita. Yang menyerang pakai AI, yang bertahan juga harus pakai AI," kata Sonny di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga
ITSEC Asia (CYBR) Luncurkan Bronyx AI, Pengujian Keamanan Siber Kini Cukup Hitungan Jam
Menurut Sonny, AI memungkinkan sistem keamanan siber tidak lagi hanya bersifat reaktif. Dengan pendekatan berbasis AI, perusahaan maupun institusi dapat mendeteksi ancaman lebih dini melalui sistem yang lebih prediktif dan adaptif.
Ia menjelaskan, keamanan siber kini menjadi salah satu sovereign capabilities atau kapabilitas strategis yang harus dimiliki Indonesia. Hal tersebut semakin penting seiring meningkatnya risiko kebocoran data, penipuan digital, hingga ancaman teknologi baru seperti komputasi kuantum.
Sonny menilai Indonesia juga perlu membangun kapabilitas keamanan siber dari dalam negeri. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kedaulatan digital sekaligus memanfaatkan bonus demografi melalui pengembangan talenta digital nasional. "Talenta-talenta ini harus kita maksimalkan kemampuannya untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital," ujarnya.
Baca Juga
Menurut Sonny, banyak talenta keamanan siber Indonesia yang telah bekerja di perusahaan teknologi di Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut menunjukkan daya saing sumber daya manusia Indonesia yang tinggi dan perlu terus didorong agar mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Selain memperkuat talenta, Kemenkomdigi juga berfokus membangun fondasi ekosistem digital melalui penguatan infrastruktur, komputasi awan, keamanan siber, serta pengembangan application programming interface (API). Fondasi tersebut dinilai menjadi prasyarat agar inovasi digital dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pemerintah juga mendorong kebijakan value retention untuk menjaga agar nilai ekonomi digital lebih banyak berputar di dalam negeri. Di saat yang sama, Kemenkomdigi terus mempercepat adopsi digital di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga jasa keuangan, sehingga transformasi digital dapat memberikan dampak langsung terhadap ekonomi riil.
