S&P Tetap Beri Rating BBB untuk Indonesia, Purbaya: Berkat Sinergi Pemerintah dan DPR
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi dukungan dan kerja sama Komisi XI DPR RI terhadap kebijakan fiskal pemerintah setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.
Purbaya mengatakan, sinergi antara pemerintah dan DPR menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap kebijakan fiskal Indonesia. "Ke depan, kami tetap minta didukung dalam hal kerja sama agar pemerintah tetap bisa menjalankan anggarannya secara prudent sesuai undang-undang dan tidak ada penyelewengan di sana-sini," kata Purbaya dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Dia mengungkapkan, pemerintah bersama pimpinan Komisi XI DPR telah bertemu investor dan S&P Global pada April 2026 untuk menjelaskan kondisi perekonomian Indonesia.
Baca Juga
S&P Global Pertahankan Rating, Kemenkeu akan Terus Jaga Disiplin Fiskal
Menurut dia, pertemuan tersebut bertujuan menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR memiliki kesamaan pandangan dalam menjalankan kebijakan ekonomi. "DPR dengan pemerintah adalah satu kesatuan yang baik sehingga mereka bisa melihat bahwa kebijakan kita adalah kebijakan yang utuh dan betul-betul bertujuan untuk memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang," ujarnya.
Purbaya menilai keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia menjadi sinyal positif bagi investor. Pasalnya, sejak awal tahun beredar berbagai sentimen negatif mengenai potensi penurunan peringkat kredit Indonesia akibat isu pengelolaan anggaran. "Sehingga ada kesan bahwa peringkat utang kita akan diturunkan, bukan outlook-nya saja," katanya.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Perkasa 0,61% Diikuti Kenaikan NIlai Transaksi, Saham PRDL Lanjut ARA
Ia menambahkan, keputusan S&P memberikan indikasi bahwa lembaga pemeringkat internasional yang independen tetap melihat kebijakan fiskal Indonesia secara objektif.
Dengan hasil tersebut, Purbaya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih optimistis dalam menyampaikan sentimen positif mengenai Indonesia kepada masyarakat maupun pelaku pasar. "Jadi, Indonesia tidak Indonesia Cemas tapi Indonesia menuju ke Indonesia Emas," tuturnya.
