Ramalan S&P Global: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Rata-rata 4,9% Pada 2026-2029
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga pemeringkat rating, S&P Global mengeluarkan ramalan terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tiga tahun mendatang. Salah satu hasil ramalan S&P Global disebutkan bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam empat tahun ke depan akan berada di kisaran 4,9% per tahun.
“Kami memperkirakan pertumbuhan (ekonomi) rata-rata sebesar 4,9% per tahun selama periode 2026-2029,” bunyi laporan S&P dikutip Senin (13/7/2026).
Namun S&P Global masih memberikan proyeksi lebih optimistis untuk pertumbuhan ekonomi dua hingga tiga tahun ke depan. Dalam laporannya, disebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai kisaran 5% per tahun dalam periode tersebut, meskipun terjadi kenaikan harga bahan bakar.
Bahkan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini, S&P meramal akan sedikit lebih baik di banding periode empat tahun ke depan, yakni di angka 5,1%. Namun lembaga rating ini memberikan peringatan adanya potensi perlambatan pertumbuhan di kuartal-kuartal berikutnya akibat ketidakpastian eksternal yang berlanjut, dan kebijakan suku bunga domestik yang tinggi.
Baca Juga
S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia BBB dengan Outlook Stabil
Dalam penilaiannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada kuartal I-2026 masih didorong oleh peningkatan belanja selama musim liburan dan penyaluran belanja fiskal yang lebih besar. Meskipun hasil pertumbuhan tersebut menggembirakan, pasar keuangan Indonesia masih mengalami gejolak signifikan.
Ini terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang terkoreksi lebih dari 30% kapitalisasi pasar dan rupiah yang melemah 7% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama periode yang sama.
S&P Global juga menyoroti PDB per kapita Indonesia yang masih lebih rendah dibandingkan sebagian besar negara berperingkat layak investasi lainnya. Akan tetapi, pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia dinilai tumbuh lebih cepat.
PDB per kapita Indonesia diperkirakan mencapai US$ 5.200 pada 2026. Angka tersebut meningkat dari angka di tahun 2025 yang sebesar US$ 5.100 per kapita.
Pertumbuhan pendapatan per kapita yang lamban ini, dalam analisis S&P Global, terjadi karena adanya depresiasi rupiah.
“Terlepas dari pergerakan nilai tukar, tren pertumbuhan pendapatan per kapita Indonesia sebesar 3,9% lebih baik jika dibandingkan sebagian besar negara dengan tingkat pendapatan serupa,” bunyi laporan itu.
