Menko Perekonomian Optimistis Keyakinan Konsumen (IKK) Tumbuh pada Kuartal III dan IV
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut masih optimistis indeks keyakinan konsumen (IKK) masih akan meningkat di kuartal akhir tahun ini.
“Nanti kita lihat menjelang kuartal III dan IV, akan naik lagi,” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Airlangga menjelaskan penurunan IKK Juni 2026 turun karena merupakan bagian dari siklus setelah lebaran dan hari besar keagamaan yang biasanya akan diikuti penurunan.
“Kemarin kan ada lebaran, nggak tiap kuartal. Biasanya habis lebaran turun dikit,” ujar dia.
Sebagaimana diberitakan, Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 masih berada pada level optimistis sebesar 117,8. Namun angka ini lebih rendah dari IKK Mei 2026 sebesar 120,9.
BI melihat optimisme konsumen tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 109,2 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang sebesar 126,4.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Juni 2026 tetap optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. IKK tertinggi tercatat pada responden kelompok lebih dari Rp 5 juta sebesar 121,4.
Berdasarkan usia, IKK juga tetap di level optimis pada seluruh kelompok usia dengan IKK tertinggi pada responden di usia 20-30 tahun. Secara spasial, IKK mengalami penurunan terbesar di Makassar, Banten, dan Medan.
Baca Juga
Meski Turun, BI Sebut Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 Masih di Koridor Optimis
BI menyebut IKE Juni sebesar 109,2 berada lebih rendah dibandingkan pada Mei 2026 yang sebesar 112,2. Kuatnya IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) sebesar 119,8, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) sebesar 101,8, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) sebesar 108,3.
Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diperkirakan tetap kuat. Dengan IEK Juni 2026 sebesar 126,4. Meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 129,7.
IEK bersumber dari ekspektasi penghasilan sebesar 133,6, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 124,4, dan ekspektasi kegiatan usaha sebesar 121,2.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso seiring upaya menjaga stabilitas, BI akan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Salah satunya melalui pengembangan UMKM.
“BI terus memperkuat pengembangan UMKM agar semakin berdaya saing,” kata Denny.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, meningkatkan nilai tambah dan daya saing UMKM. Pengembangan ini memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
BI juga melakukan percepatan penyaluran kredit melibatkan pemerintah, otoritas terkait, perbankan, dan pelaku usaha. Upaya tersebut didukung Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), turut memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan bagi dunia usaha.
“Hal ini tecermin dari kredit perbankan mampu tumbuh 11,51% (yoy) pada Mei 2026, meningkat dibandingkan 9,69% (yoy) pada akhir 2025. Peningkatan pembiayaan sektor produktif tersebut akan semakin memperkuat aktivitas dan pertumbuhan ekonomi,” kata dia.
