Soal Efisiensi Anggaran MBG, Menkeu Purbaya: Kita Tunggu Bu Nanik!
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut efisiensi anggaran makan bergizi gratis (MBG) masih memerlukan pembahasan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
“Nanti, kita tunggu dari Bu Nanik seperti apa,” ujar Purbaya, di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga
Purbaya menjelaskan akan mengikuti keputusan yang diambil Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, Purbaya belum dapat memastikan berapa anggaran MBG yang akhirnya dipangkas.
“Sudah, nanti kita tunggu,” katanya.
Diberitakan, Nanik melaporkan rencana efisiensi anggaran MBG kepada Presiden Prabowo. Hal itu disampaikan Nanik saat tiba di kompleks di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Meski demikian, Nanik masih enggan mengungkap besaran nilai anggaran yang akan dihemat.
“Efisiensi anggaran. Kabar gembira,” ujar Nanik.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi juga menyampaikan rencana efisiensi anggaran MBG. Langkah efisiensi tersebut diambil setelah proses evaluasi di tubuh BGN.
“Kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program MBG ini,” kata Prasetyo saat di kantor Kementerian Koordinator bidang Pangan.
Pras, sapaan Prasetyo Hadi menegaskan efisiensi dilakukan setelah perhitungan anggaran MBG yang dilakukan Kemenkeu dan BGN. Perhitungan itu diperlukan agar anggaran MBG sesuai dengan kebutuhan.
Kemenkeu mencatat anggaran yang dikeluarkan makan bergizi gratis telah mencapai Rp 88,15 triliun per 31 Mei 2026. Anggaran itu digunakan untuk 63,13 juta penerima di 29.670 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Baca Juga
Sambangi Istana, Nanik S Deyang Lapor ke Prabowo soal Efisiensi Anggaran MBG
Berdasarkan data, anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk MBG tersebut telah melebihi anggaran belanja bantuan sosial yang senilai Rp 71,7 triliun dan belanja modal sebesar Rp 81,6 triliun.
Bahkan, realisasi anggaran MBG tersebut juga lebih besar dari realisasi anggaran ketahanan pangan yang hanya Rp 66,6 triliun per akhir Mei 2026. Anggaran ketahanan pangan dipakai untuk memberikan subsidi pupuk dan menyuntik Bulog agar dapat mendukung pembelian beras dan gabah.

