Sambangi Istana, Nanik S Deyang Lapor ke Prabowo soal Efisiensi Anggaran MBG
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyambangi kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Nanik mengaku ingin melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran program makan bergizi gratis (MBG).
"Efesiensi. Mau lapor Pak Presiden efesiensi," kata Nanik saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan.
Baca Juga
DEN Minta Prabowo Efisiensi Anggaran MBG Antisipasi Kenaikan Harga Imbas Pelemahan Rupiah
Nanik masih enggan mengungkap nilai anggaran yang akan dihemat. Hal ini karena Nanik ingin melaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo. Namun, Nanik menyatakan, efisiensi ini akan menjadi kabar gembira.
"Efesiensi anggaran. Kabar gembira," katanya.
"Ya lapor dulu Pak Presiden, masa aku lapor ke kalian," kata Nanik menambahkan.
Sebelumnya, Nanik S Deyang menegaskan komitmennya mendorong kebermanfaatan program MBG melalui sejumlah langkah efisiensi anggaran. Meski demikian, Nanik menekankan, efisiensi itu tidak mengubah target BGN.
Hal itu disampaikan Nanik bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
“Kami concern pada efisiensi anggaran agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi,” kata Nanik.
Nanik menyatakan langkah awal dalam melakukan efisiensi ini adalah dengan memoratorium pendaftaran satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG baru. Ditekankan, moratorium ini dilakukan untuk mengkaji kebutuhan ideal jumlah dapur untuk melayani penerima manfaat. Ia menjelaskan langkah ini menjadi bentuk penataan ulang untuk memetakan kebutuhan di setiap daerah.
“Kita tata apakah dapur ini melayani, ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya berlebihan,” katanya.
Selain itu, Nanik juga akan mengambil refocusing penerima manfaat MBG. Langkah ini untuk memastikan program MBG nantinya dapat lebih menyasar penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan.
“Jadi kita akan arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini bener tuh 63 juta ini butuh. Atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh,” jelasnya.
Di samping itu, Nanik menuturkan BGN akan fokus pada penguatan kualitas dari program MBG. Ia menegaskan upaya ini untuk memastikan dapur-dapur yang telah beroperasi saat ini telah berjalan dengan standar yang telah ada.
“Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas tapi pada kualitas. Sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak,” katanya.
Baca Juga
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Komitmen Efisiensi Anggaran MBG
Dalam kaitannya dengan daerah 3T, Nanik menjelaskan jajaran BGN akan berupaya untuk membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya menjalin kerja sama dengan perusahaan melalui program CSR
“Untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor, kami akan coba kerjasamakan, atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN atau mungkin ada hibah dari luar negeri, atau mungkin juga kalau tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar berinvestasi,” ucapnya.

