Purbaya Masih Tak Khawatir Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ini Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak khawatir dengan level nilai tukar yang sudah menembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebab, secara rata-rata, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp 17.057 secara year to date.
“Rupiah Rp 17.057 per dolar AS ytd. Rata-rata ya. Asumsi APBN 2026 Rp 16.500 dolar AS,” kata Purbaya, saat paparan APBN KiTa, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga
Purbaya mengatakan tidak akan mengoreksi APBN 2026 meski rupiah melemah terhadap dolar AS. Hal ini karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menghitung harga bahan bakar minyak (BBM) dengan rupiah di level yang cukup tinggi.
“Jadi saya tahu. Harus adjust lagi apa enggak? Dengan level yang sekarang saya belum adjust,” kata dia.
Diberitakan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya salah satu penyebab pelemahan mata uang Garuda karena adanya rumor yang ditangkap pasar.
“Kalau kita lihat kan tiba-tiba saja pelemahannya, 1-2 hari ini kan? Karena ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar,” kata Purbaya, di gedung Nusantara I, DPR, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga
Purbaya mengatakan salah satu rumor yang berkembang, yakni mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu meminta perbankan untuk melakukan stress test ketika rupiah mencapai level Rp 18.000 per dolar AS.
“Padahal saya enggak pernah (mengeluarkan) isu seperti itu. Jadi, banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif,” ujar dia.

