Harga Beras Naik, Produksi Pun Terancam Melorot 3 Bulan Mendatang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras di tingkat penggilingan hingga eceran. Di tingkat penggilingan kenaikan harga beras mencapai 0,58% secara bulanan dan 8,1% secara tahunan.
Berdasarkan data kenaikan harga beras di tingkat penggilingan, secara rata-rata, mencapai Rp 13.765 per kilogram. Naik dari harga bulan April 2026 yang sebesar Rp 13.685 per kilogram.
“Kalau kita pilah berdasarkan kualitas beras di penggilingan, maka beras premium naik 0,56% secara bulanan dan naik 12,81% secara tahunan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Selasa (2/6/2026).
Pudji mengatakan beras medium naik dari 0,79% secara bulanan dan 6,57% secara tahunan.
Sementara itu, di tingkat grosir dan eceran, BPS mencatat mencatat terjadinya kenaikan harga beras baik secara bulanan maupun tahunan. BPS mencatat harga seluruh kualitas jenis beras secara rata-rata di seluruh wilayah Indonesia.
Di tingkat grosir terjadi inflasi sebesar 0,68% secara bulanan dan 6,11% secara tahunan.
Baca Juga
“Sementara itu, di tingkat eceran terjadi inflasi sebesar 0,38% secara bulanan dan 4,55% secara tahunan,” kata dia.
Realisasi panen padi
BPS juga mencatat realisasi luas panen padi pada April 2026 tercatat seluas 1,40 juta hektare (ha). Angka panen tersebut turun 15,47% secara tahunan dibandingkan April 2025 yang mencapai 1,65 juta ha.
Seiring dengan penurunan luas panen, produksi padi turun 16,03% dari April 2025 sebesar 9,09 juta ton gabah kering giling atau GKG menjadi 7,63 juta ton GKG pada April 2026. Sementara itu, jumlah produksi beras menjadi sekitar 4,40 juta ton, atau turun 16,00% dibanding April 2026.
Meski demikian, realisasi luas panen padi sepanjang periode Januari-April 2026 secara kumulatif mencapai 4,51 juta hektare, atau 0,43% lebih luas dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi padi naik 0,12% menjadi 24,36 juta ton GKG dan produksi beras naik 0,12%menjadi 14,03 juta ton selama Januari-April 2026.
BPS melaporkan potensi luas panen padi pada tiga bulan berikutnya yaitu Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,69 juta hektare atau turun 0,65% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kemudian, potensi produksi padi tiga bulan ke depan diperkirakan mencapai 13,75 juta ton GKG atau turun 1,14%, sementara produksi beras mencapai 7,92 juta ton atau turun 1,16%.

