Bagikan

Global Bond RI Ditawar Asing hingga US$ 2 Miliar - US$ 3 Miliar, Purbaya: Penyimpan Dolar Tak Untung

Poin Penting

Rencana penerbitan global bond berdenominasi dolar AS dan euro berhasil minat investor asing sebesar US$ 2-3 miliar.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini tambahan suplai valas dari global bond akan memperkuat nilai tukar rupiah.
Kemenkeu memproyeksikan stabilitas nilai tukar rupiah berjalan lebih cepat dari target Bank Indonesia pada Juli 2026.

JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa aliran dana asing sudah mulai bergerak masuk kembali ke Indonesia, lewat salah satu saluran utama penerbitan global bond berdenominasi dolar AS dan euro. Instrumen investasi internasional yang saat ini sedang dalam proses lelang menurut Purbaya amat diminati investor asing, ditandai masuknya penawaran hingga US$ 2 miliar sampai US$ 3 miliar.

“Lebih tinggi dari perkiraan saya. Artinya akan masuk dolar tambahan ke sini, itu akan memperkuat nilai tukar juga,” ujar Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Potensi masuknya dana asing dalam jumlah besar ini diproyeksikan Purbaya akan menambah pasokan valas di dalam negeri dan menjadi katalis positif bagi penguatan rupiah. Menkeu meyakini posisi rupiah akan segera bergerak menguat dalam waktu dekat.

Purbaya pun mengimbau para pelaku pasar agar tidak menimbun mata uang asing demi menghindari potensi kerugian. “Jadi kalau Anda pegang rupiah sekarang, (Maksudnya) pegang dolar AS sekarang, jual saja lah. Nanti nggak untung lho!” kata dia.

Baca Juga

Stabilkan Rupiah, Operasi Pasar SBN Kemenkeu Serap Rp 2,22 Triliun dalam Tiga Hari

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Investortrust Photo/Mohammad Defrizal

Pemerintah juga meluruskan anggapan publik dengan menyatakan bahwa penerbitan global ini bukan merupakan langkah darurat untuk meredam volatilitas nilai tukar. Rencana penarikan dana dari pasar surat utang global tersebut sebenarnya telah dijadwalkan sejak awal penyusunan postur anggaran negara.

“Dan kita kan sudah hitung globalnya seperti apa. Di samping juga plan di anggaran, kita eksekusi saja,” tutur Purbaya.

Purbaya menyampaikan, jika melihat data pergerakan di pasar keuangan, rerata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS per 13 Mei 2026 berada pada level Rp 16.978 per dolar AS. Posisi kurs riil tersebut memang tercatat berada di atas angka asumsi makro dasar APBN 2026 yang sebesar Rp 16.500 per dolar AS. Kendati demikian, Ia tetap optimistis bahwa proses pemulihan dan pemantapan stabilitas nilai tukar rupiah ke depan akan berjalan dalam tempo yang relatif singkat.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) memproyeksikan proses stabilisasi nilai tukar rupiah akan mulai terjadi pada Juli 2026.

"Mungkin lebih cepat (dari Juli 2026)" ujar Purbaya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024