BI: Penjualan Eceran Tumbuh Signifikan pada Maret 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat Survei Penjualan Eceran (SPE) pada Maret 2026 mengalami pertumbuhan. Kinerja penjualan eceran masih tumbuh dibandingkan periode Februari 2026, baik secara tahunan maupun bulanan. Kondisi ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 yang tercatat sebesar 256,7 atau tumbuh 3,4% secara tahunan, meski tidak setinggi pertumbuhan pada Februari 2026 yaitu sebesar 6,5% secara tahunan.
“Ini sejalan dengan permintaan masyarakat saat Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H,” bunyi laporan BI, diakses Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan kelompoknya, kinerja penjualan didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori. Indeks kinerja penjualan kelompok ini mencapai 168,1 tumbuh 15,5% secara tahunan.
Selain itu, penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi mencapai 68,7 atau tumbuh 14,8% secara tahunan. Penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencapai 367,2 atau tumbuh 4,7% secara tahunan.
Secara bulanan, pertumbuhan IPR pada Maret 2026 tercatat sebesar 10,3% secara bulanan, meningkat dari periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,1% secara bulanan. Seluruh kelompok mencatatkan peningkatan.
Tercatat, pertumbuhan tertinggi pada kelompok barang budaya dan rekreasi sebesar 12,9% secara bulanan, diikuti makanan, minuman, dan tembakau tumbuh sebesar 10,8% secara bulanan, bahan bakar kendaraan bermotor tumbuh 9,3% secara bulanan, serta subkelompok sandang tumbuh 26,2% secara bulanan.
Baca Juga
Kinerja Penjualan Eceran Maret 2026 Diproyeksi Meningkat Secara Bulanan dan Tahunan
Secara spasial, IPR Maret 2026 mengindikasikan kinerja penjualan eceran tumbuh pada beberapa kota cakupan survei secara tahunan, dan pada mayoritas kota secara bulanan. Secara tahunan, kota yang mencatatkan peningkatan penjualan yaitu Surabaya, Denpasar, dan Manado. Secara bulanan, peningkatan terjadi di sebagian besar kota cakupan, terutama Bandung, Jakarta, dan Manado.
Proyeksi April 2026
BI memperkirakan IPR April 2026 tetap terjaga. Secara tahunan, IPR April 2026 diprakirakan tercatat sebesar 231,0. Sejumlah kelompok tercatat masih tumbuh dan menjadi penopang pada periode laporan, antara lain kelompok suku cadang dan aksesori dengan indeks 163,1, perlengkapan rumah tangga lainnya dengan indeks 83,4, dan subkelompok sandang dengan indeks 99,9.
Meski demikian, penjualan kelompok lain diperkirakan berada pada zona kontraksi, terutama pada kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, dan bahan bakar kendaraan bermotor.
Secara bulanan, kinerja penjualan eceran juga diperkirakan menurun sejalan dengan berakhirnya periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H. IPR April 2026 tercatat terkontraksi -10,0% secara bulanan, setelah sebelumnya tumbuh sebesar 10,3% secara bulanan pada periode sebelumnya.
“Penurunan terjadi pada seluruh cakupan kelompok dengan kontraksi terdalam pada kelompok barang budaya dan rekreasi terkontraksi -14,1% secara bulanan, makanan, minuman, dan tembakau terkontraksi -10,7% secara bulanan, dan peralatan informasi dan komunikasi terkontraksi -10,9% secara bulanan,” kata laporan tersebut.

