Pemerintah Siapkan Rp14 Triliun untuk Revitalisasi 11.744 Sekolah di Tahun 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah terus mematangkan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan infrastruktur fisik. Untuk tahun anggaran 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengumumkan alokasi dana sebesar Rp14 triliun untuk revitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Abdul Mu’ti menjelaskan proyek revitalisasi ini mencakup renovasi pada 11.655 sekolah serta pembangunan 89 unit sekolah baru. Langkah ini merupakan bagian dari pilar physical infrastructure untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.
"Pembangunan fisik ini bukan semata-mata membangun gedungnya saja, tetapi merupakan bagian dari pembangunan budaya sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah atau ASRI," ujar Abdul Mu’ti dalam konferensi pers update PHTC di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (6/5/2026)
Ia menekankan keamanan fisik gedung, seperti atap yang tidak bocor, menjadi prasyarat utama agar anak-anak dapat belajar dengan tenang dan nyaman.
Prioritas revitalisasi tahun 2026 akan difokuskan pada tiga kategori utama, yakni sekolah yang rusak akibat bencana alam, sekolah yang berada di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), serta sekolah dengan kategori rusak berat. Selain itu, terdapat arahan dari Presiden untuk menambah sasaran hingga mencapai total 71.744 satuan pendidikan melalui skema swakelola.
Hingga saat ini, pemerintah telah mulai merealisasikan anggaran tahun 2026 melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan 4.838 sekolah. Sebanyak Rp2,6 triliun dana telah disalurkan ke 3.408 satuan pendidikan, termasuk di wilayah Sulawesi Utara, Madura, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga
Strategi Gus Ipul Cegah Korupsi di Sekolah Rakyat, hingga Benchmarking ke Taruna Nusantara
Program revitalisasi ini juga diklaim membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Berdasarkan data tahun 2025, sistem swakelola dalam pembangunan sekolah berhasil mendorong perekonomian lebih dari 58.000 UMKM serta menyerap kurang lebih 238.000 tenaga kerja di berbagai daerah.
Tak hanya fisik gedung, kenyamanan fasilitas penunjang seperti toilet juga menjadi perhatian serius. Mendikdasmen memastikan setiap paket pembangunan toilet kini wajib menyediakan bilik khusus bagi siswa berkebutuhan khusus, sebagai komitmen menciptakan sekolah yang inklusif dan ramah bagi semua anak.
Seiring dengan penguatan fisik, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital di sekolah-sekolah. Untuk mendukung hal ini, pemerintah bekerja sama dengan PLN dan Starlink guna memastikan sekolah-sekolah di pelosok mendapatkan akses listrik dan internet yang memadai.
"Revitalisasi dan digitalisasi adalah program prioritas Bapak Presiden untuk mewujudkan pendidikan bermutu dari aspek infrastruktur fisik," pungkas Abdul Mu’ti.

