Pemerintah Siapkan Rp60 Triliun untuk Program Sekolah Terintegrasi, Sasar 500 Sekolah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kantor Staf Presiden (KSP) mengungkap pemerintah tengah menyiapkan program Sekolah Terintegrasi, sebagai langkah percepatan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di dalam negeri.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan, program Sekolah Terintegrasi akan berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pada tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan akan menyasar 500 sekolah untuk program Sekolah Terintegrasi.
"Jadi sekarang selain Sekolah Rakyat juga insyaallah akan ada Sekolah Terintegrasi. Program Sekolah Terintegrasi menargetkan 500 sekolah pada tahun 2026," kata Qodari dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurut Qodari saat ini pemerintah tengah menyiapkan landasan hukum pelaksanaan Sekolah Terintegrasi dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres). Adapun untuk pelaksanaan program Sekolah Terintegrasi, pemerintah menyiapkan sekitar Rp60 triliun melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
Baca Juga
Prabowo Siapkan Sekolah Terintegrasi dengan Fasilitas Lengkap di Tiap Kecamatan
Ia melanjutkan, program ini diarahkan untuk mengintegrasikan layanan pendidikan secara lebih terpadu. Selain itu, ia menyebut program ini juga akan memperkuat sistem pendidikan nasional yang mana sebelumnya telah diluncurkan Sekolah Rakyat.
"Anggaran pendidikan kita ini akan naik lagi karena tambahan lagi ya, sekitar Rp60 triliun untuk Sekolah Terintegrasi. Sekolah Terintegrasi dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan. Pendekatan dilakukan melalui kebijakan dengan pelaksanaan bertahap," ungkap Qodari.
Sementara itu sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan sebanyak 166 rintisan Sekolah Rakyat di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota pada 12 Januari 2026 lalu. Qodari mengatakan, sampai saat ini Sekolah Rakyat menyerap sebanyak 15.954 siswa dari keluarga miskin ekstrem.
Ia menuturkan, per tahun 2026 ini sedang dibangun sebanyak 104 gedung Sekolah Rakyat permanen.
"Anak-anak Sekolah Rakyat ini kalau tidak dibantu negara mereka putus sekolah. Sejumlah prestasi akademik telah diraih siswa Sekolah Rakyat di tingkat nasional," ujar Qodari.

