The Fed Mungkin Tunda Pangkas Bunga, Kurs Rupiah Stabil di Rp 15.839/USD
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak stabil terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat (12/4/2024) pagi. Mata uang Garuda tercatat bertengger di Rp 15.839/USD.
Merujuk data RTI, nilai tukar rupiah tetap terhadap greenback di level Rp 15.839 per USD hingga pukul 09.55 WIB. Kurs rupiah stabil dalam seminggu terakhir. Sementara itu, secara year to date, rupiah masih terdepresiasi terhadap USD sebesar 2,88% dan secara year on year 7,75%.
Baca Juga
Impresif! Libur Panjang, Rupiah Ditutup Perkasa di Akhir Pekan
Sementara itu, sejumlah hard currency tercatat juga stabil terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat ini. Kurs euro misalnya, berada di level 1,08 per USD. Sedangkan dalam seminggu terakhir, euro melemah terhadap USD sebesar 0,87%. Namun, secara year to date menguat 1,88% dan 0,21% yoy.
Kurs pound sterling Inggris tercatat stabil sebesar 1,26 per USD Jumat pagi ini. Sedangkan dalam seminggu terakhir, melemah terhadap USD sebesar 0,69%. Namun, secara year to date menguat 0,68% dan melemah 2,0% yoy.
Sedangkan nilai tukar yen Jepang juga stabil di level 151,6 per USD Jumat pagi ini. Sedangkan dalam seminggu terakhir, yen menguat terhadap USD sebesar 0,02%. Namun, secara year to date melemah 7,62% dan 13,47% yoy.
The Fed Mungkin Tunda Pangkas Bunga
Sementara itu, AP melaporkan sebagaimana dirilis pemerintah Amerika Serikat Rabu waktu setempat, inflasi konsumen di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu tetap tinggi pada bulan lalu. Hal ini didorong harga bahan bakar, sewa, asuransi mobil dan, barang-barang lainnya.
Data ekonomi negara adidaya itu kemungkinan akan memberikan jeda bagi Federal Reserve ketika mereka mempertimbangkan seberapa sering – atau bahkan apakah mereka perlu - untuk memangkas suku bunga acuan Fed funds rate tahun ini.
Harga di luar kategori pangan dan energi yang bergejolak naik 0,4% dari bulan Februari 2024 ke Maret, laju yang sama seperti bulan sebelumnya. Diukur dari tahun sebelumnya, harga inti ini naik 3,8%, tidak berubah dari kenaikan tahun ke tahun di bulan Februari. The Fed dengan cermat memantau harga-harga inti karena cenderung memberikan gambaran yang baik tentang arah inflasi.
Baca Juga
S&P 500 Rebound Didongkrak Saham Teknologi, Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi

