Bank Indonesia Mencatat Likuiditas Perekonomian M2 Maret 2026 Tumbuh 9,7%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang beredar atau M2 pada Maret 2026 sebesar Rp 10.355,1 triliun atau tumbuh 9,7% secara tahunan dibanding pertumbuhan Februari 2026 sebesar 8,7% secara tahunan.
Perkembangan M2 ditopang tumbuhnya uang beredar dalam arti sempit atau M1 sebesar 14,4% secara tahunan dan uang kuasi sebesar 5,2% secara tahunan. M1 dengan pangsa 58,3% dari M2, tercatat sebesar Rp 6.033,9 triliun atau tumbuh sebesar 14,4% secara tahunan.
“Perkembangan M1 dipengaruhi pertumbuhan giro rupiah sebesar 26,4% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 23,5% secara tahunan,” bunyi laporan BI tersebut.
Sementara itu, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu tumbuh 7,4% secara tahunan. Relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 7,4% secara tahunan.
Sementara itu, uang kartal di luar bank umum dan BPR pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp 1.206,3 triliun atau tumbuh sebesar 10,8% secara tahunan dan melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 14,9% secara tahunan.
Baca Juga
Uang kuasi dengan pangsa 41,2% dari M2 pada Maret 2026 tercatat tumbuh positif sebesar 5,2% secara tahunan menjadi Rp 4.267,6 triliun atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,1% secara tahunan.
Perkembangan M2 pada Maret 2026 dipengaruhi tagihan bersih kepada pemerintah pusat dan penyaluran kredit. Tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat tumbuh 39,2% secara tahunan lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 25,6% secara tahunan.
Penyaluran kredit pada Maret 2026, bunyi laporan BI, tercatat sebesar Rp 8.516 triliun atau tumbuh 8,9% secara tahunan. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp 9.658,5 triliun atau tumbuh 10,7% secara tahunan. Sementara itu, perkembangan kredit yang disalurkan tumbuh positif sebesar Rp 8.516 triliun atau tumbuh stabil sebesar 8,9% secara tahunan.
Sementara itu, perkembangan uang primer adjusted atau M0 sebesar Rp 2.396,5 triliun atau tumbuh 16,8% secara tahunan. Angka ini melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,3% secara tahunan.
Perlambatan ini terjadi karena menurunnya pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 8,6% secara tahunan. Sementara itu, giro sektor swasta dan surat berharga yang diterbitkan BI di sektor swasta terkontraksi hingga -59% secara tahunan dan -67,1% secara tahunan.

