Ada Apa? KTM Minta Jumlah Balapan di MotoGP Dikurangi
LONDON, investortrust.id – Direktur KTM Motorsport Pit Beirer mengajukan permohonan kepada Dorna Sports untuk mengurangi jumlah seri dan balapan MotoGP. Mereka berpendapat kalender musim ini sangat padat dengan balapan di sesi Sabtu dan Minggu.
Mulai MotoGP 2023, Dorna Sports memperkenalkan Sprint Race dan Main Race. Mereka menggandakan jumlah balapan dibandingkan musim sebelumnya.
Kebijakan ini menuai protes dari mayoritas pembalap karena meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera. Para pembalap juga mengeluh bahwa kehadiran Sprint Race mengganggu kinerja mereka selama pekan balap karena kurangnya waktu untuk diskusi dengan tim. Balapan di sesi Sabtu membuat mereka lebih lelah.
Meski mendapatkan protes, MotoGP 2024 tetap akan berlangsung dalam konsep MotoGP 2023. Kompetisi dijadwalkan dana 22 seri atau 44 balapan.
Baca Juga
Jalani Musim Debut MotoGP, Pedro Acosta Tidak Pasang Target Tinggi
“Kejuaraan ini luar biasa. Tanpa itu, kami tidak akan berada di sini. Dengan adanya Sprint Race, jumlah balapan menjadi dua kali lipat lebih banyak. Kami menghargainya, karena Sprint Race memberikan sesuatu yang istimewa bagi para penggemar,” ujar Pit Beirer, dilansir Motorsport Total.
“Namun, kami perlu berhati-hati agar tidak melebihi batas. Saya tidak akan menutupi fakta bahwa kami merasa batas jumlah seri adalah 18. Bukan 22,” tambah Pit Beirer.
Pit Beirer yakin MotoGP masih dapat menyajikan pertarungan seru dengan jumlah seri yang lebih sedikit. “Ini adalah kejuaraan dunia, dan kami ingin ikut serta. Itulah mengapa kami tidak terlalu keras mengeluh,” kata Pit Beirer.
“Tapi, itu adalah harapan kami. Kami ingin memiliki 2-3 seri lebih sedikit dengan format yang ada sekarang. Saya percaya kami tidak perlu mempertanyakan Sprint Race. Ini merupakan hal positif untuk olahraga ini,” pungkas Pit Beirer.
Baca Juga
CEO Aprilia Massimo Rivola Ingin Rekrut Pembalap Italia untuk MotoGP 2025
