Dilecehkan Fans Udinese, Walikota Udine Usulkan Mike Maignan Jadi Warga Kehormatan Kota
UDINE, investortrust.id – Walikota Udine Alberto Felice de Toni secara pribadi mengusulkan Mike Maignan dijadikan warga kehormatan kota setelah dilecehkan secara rasial oleh beberapa penggemar Udinese dalam laga Serie A, akhir pekan lalu.
Pertandingan Serie A di Dacia Arena, Minggu (21/01/2024) dini hari WIB, diwarnai insiden memalukan di lapangan. Mike Maignan dan para pemain AC Milan meninggalkan lapangan pada paruh pertama pertandingan melawan Udinese. Penyebabnya, pelecehan rasialis kepada kiper asal Prancis itu.
Insiden itu mendapat kecaman luas dari seluruh dunia sepak bola. Kecaman juga datang dri pemerintah kota tempat Udinese bermarkas, Udine. Melalui Sang Walikota, pemerintah setempat mengusulkan Mike Maigna diberi gelar sebagai warga kehormatan untuk melawan aksi-aksi rasialis.
Baca Juga
Debut Pelatih AS Roma dengan Kemenangan, Daniele de Rossi Beri Pesan untuk Fans
“Kota kami adalah kota untuk semua orang. Udine tidak rasis dan memiliki sejarah panjang dalam menyambut perbedaan. Inilah sebabnya saya secara pribadi mengundang Maignan ke Udine untuk melakukan inisiatif nyata yang didedikasikan untuk generasi muda bersama-sama, dengan dukungan dari Milan Foundation,” kata Alberto Felice de Toni, dikutip Football Italia.
“Saya akan mengusulkan kepada dewan kota untuk memberinya status warga kehormatan. Sebab, saya sangat terluka dengan apa yang terjadi kemarin dan untuk alasan inilah saya ingin mengungkapkan solidaritas Udine, warga Friuli, dan fans Udinese yang tidak merasa terwakili atas apa yang terjadi kemarin,” tambah Alberto Felice de Toni.
“Nilai-nilai kita tidak bisa dihina oleh segelintir orang yang dibutakan oleh rasisme. Apa yang terjadi harus menjadi titik balik dalam perjuangan melawan segala bentuk diskriminasi. Udine memiliki sejarah panjang dalam keramahtamahan, solidaritas, dan saling menghormati, yang tidak dapat dipertanyakan dengan satu tindakan gila pun,” ungkap Alberto Felice de Toni.
“Di Udine, 14% penduduknya berasal dari luar negeri. Wilayah perbatasan kami selalu menjadi persimpangan masyarakat dan budaya. Tidak ada ruang untuk diskriminasi apa pun,” pungkas Alberto Felice de Toni.
Baca Juga
Menyindir? Begini Kata Xavi Hernandez Soal Kontroversi VAR Real Madrid Lawan Almeria

