Lewat Konser dan Komunitas, Shaucha Fest Jadi Pintu Masuk Literasi Koperasi
JAKARTA, investortrust.id – Koperasi Kana melalui anak usahanya, PT Kana Indonesia Industri, menggelar Shaucha Fest Vol. 1 2026 pada Minggu, 8 Februari 2026 di Parkir Timur Plaza Surabaya. Konser musik dan aktivasi komunitas ini menjadi strategi penetrasi pasar untuk mendekatkan koperasi ke segmen muda sekaligus mengawali soft launching minuman kaleng Shaucha varian bird nest dan kurma.
Sejumlah musisi tampil memeriahkan acara, di antaranya For Revenge, Pamungkas, Jono Joni, Lala Widy, dan Soul 5ive. Selain konser, rangkaian kegiatan meliputi funwalk dengan hadiah utama mobil dan umrah, layanan cek kesehatan, serta area booth yang melibatkan berbagai pihak.
Direktur PT Kana Indonesia Industri Iliona Palomitta mengatakan, Shaucha Fest dirancang sebagai pintu masuk untuk memperluas literasi koperasi di kalangan anak muda melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian mereka.
Baca Juga
Produk Shaucha Resmi Meluncur, Koperasi Kana Bidik Pasar Minuman Sehat
“Shaucha Fest dihadirkan sebagai pintu masuk yang lebih dekat untuk anak muda mengenal koperasi, bukan sebagai konsep yang kaku, tetapi sebagai gerakan yang bisa berjalan seiring dengan kultur mereka: musik, komunitas, dan pengalaman bersama,” ujar Iliona.
Dia menambahkan, peluncuran awal Shaucha menjadi bagian dari langkah memperkenalkan ekosistem koperasi dengan pendekatan yang lebih modern dan mudah diakses.
Dalam implementasinya, panitia menyiapkan area booth bagi Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih. Inisiatif ini bertujuan memperluas titik temu antara koperasi dan publik, sekaligus memberi ruang bagi koperasi tingkat desa dan kelurahan untuk memperkenalkan program, produk, serta layanan kepada audiens yang lebih luas.
Baca Juga
OJK Tunggu PP Demutualisasi BEI, Skema Private Placement hingga IPO Masih Digodok
Ketua Koperasi Konsumen Kana Jonathan Danang Wardhana menyebut partisipasi Kopdes dan Kopkel sebagai upaya membangun jejaring dan kolaborasi lintas pelaku koperasi.
“Melalui partisipasi Kopdes dan Kopkel Merah Putih, kami ingin koperasi-koperasi lokal punya kesempatan tampil, berjejaring, dan bertemu langsung dengan masyarakat. Ini bagian dari semangat koperasi tumbuh bersama lewat kolaborasi,” katanya.
Dari sisi pemerintah, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus menilai format seperti Shaucha Fest dapat menjadi contoh strategi pemasaran berbasis komunitas untuk memperkuat aspek bisnis koperasi, termasuk pengembangan kanal distribusi dan perluasan basis anggota.
Baca Juga
Kolaborasi Pemerintah dan Koperasi Kana Perkuat Rantai Pasok Pangan Lewat Infrastruktur Koperasi
Menurutnya, kegiatan semacam ini membuka peluang peningkatan transaksi serta mendorong lahirnya produk koperasi yang lebih kompetitif. “Model aktivasi seperti Shaucha Fest menunjukkan koperasi bisa masuk ke ruang-ruang yang dekat dengan pasar anak muda. Ini penting untuk pengembangan usaha koperasi, karena koperasi tidak hanya bicara kelembagaan, tapi juga bagaimana memperluas anggota, membuka akses pasar, memperkuat brand, dan menciptakan produk yang punya daya saing,” ujar Panel Barus.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha dalam satu ekosistem acara dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas rantai pasok koperasi, mempertemukan koperasi dengan calon mitra, serta mempercepat adopsi model bisnis yang lebih modern.

