Demo Besar Tewaskan Pesepak Bola Iran, Eks Kapten Timnas Iran Minta FIFA Bersikap
Poin Penting
|
TEHERAN, investortrust.id – Gelombang demonstrasi besar yang melanda Iran sejak 28 Desember 2025 memakan korban dari kalangan atlet. Sedikitnya tiga pesepak bola Iran dilaporkan tewas dalam aksi protes, memicu kecaman dari mantan kapten tim nasional Iran terhadap FIFA yang dinilai bungkam atas kematian para olahragawan.
Situasi sosial dan politik di Iran belum juga mereda. Demonstrasi besar masih melanda Negeri Persia. Bahkan, cenderung chaos dengan banyak korban tumbang akibat tindakan keras aparat keamanan. Salah satu korban diidentifikasi sebagai Mojtaba Torshiz.
Mojtaba Torshiz merupakan mantan pemain Tractor Tabriz. Dia bersama istrinya, Arezoo Madani, dilaporkan tewas dalam aksi protes di Qaemshahr, Provinsi Mazandaran, Iran Utara. Laporan tidak resmi menyebut pasangan tersebut ditembak oleh aparat keamanan, tapi otoritas Iran belum memberikan keterangan resmi.
Baca Juga
Lawan Timnas Indonesia dan Vietnam di Piala AFF 2026, Singapura Tertantang
Sejumlah laporan media Eropa seperti Euronews menyebutkan sang istri sebenarnya masih hidup dalam kondisi kritis akibat luka tembak. Mojtaba Torshiz meninggalkan dua anak.
Semasa kariernya, Mojtaba Torshiz juga pernah membela Nassaji Mazandaran, Fajr Sepasi Shiraz, dan Mes Kerman. Berposisi sebagai gelandang, Mojtaba Torshiz menghabiskan seluruh karier di Liga Premier Iran dengan 154 laga dan 7 gol.
Selain Mojtaba Torshiz, korban lainnya adalah Rebin Moradi. Dia adalah pemain muda berusia 17 tahun yang membela tim junior Saipa. Dirinya tewas ditembak di kawasan Parand, dekat Teheran. Ayahnya mengatakan hasil forensik menunjukkan putranya ditembak dari jarak dekat dari arah belakang. Peluru menembus dada dan merenggut nyawanya.
Rebin Moradi mengenakan nomor punggung 8 di tim mudanya. Aparat keamanan sempat menahan jenazahnya dan meminta sang ayah mengaku di televisi pemerintah bahwa putranya tewas akibat ulah perusuh. Tapi, sehari kemudian, televisi nasional menayangkan wawancara sang ayah yang dengan berlinang air mata mengatakan putranya ditembak dari jarak dekat.
Korban ketiga adalah Amir Mohammad Kouhkan. Dia adalah kiper futsal sekaligus pelatih, yang tewas akibat tembakan langsung dalam aksi protes di Provinsi Fars.
Dalam unggahan terakhirnya di Instagram, beberapa jam sebelum tewas, Amir Mohammad Kouhkan membagikan cuplikan film Taxi Driver karya Martin Scorsese, dengan kutipan kalimat Robert De Niro: “I just wanna go out. I got some bad ideas in my head”.
Meninggalnya Mojtaba Torshiz dan sejumlah atlet membuat mantan kapten Timnas Iran Masoud Shojaei marah. Eks winger Osasuna meminta FIFA bertindak. Dia mempertanyakan sikap federasi sepak bola dunia itu yang dinilainya belum bereaksi atas tewasnya para pemain sepak bola dalam gelombang demonstrasi mematikan di Iran.
“FIFA, sampai kapan anda akan diam?” tulis Masoud Shojaei di media sosial miliknya, merujuk pada kematian tiga pesepak bola dalam aksi unjuk rasa.
Baca Juga
Legenda Vietnam Le Cong Vinh Tak Takut Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

