Skor PISA Turun, Kompetisi Matematika Jadi Kunci Asah Nalar Siswa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 kembali menjadi alarm bagi dunia pendidikan Indonesia. Skor matematika siswa Indonesia tercatat turun dari 379 menjadi 366, menempatkan Indonesia pada kelompok terbawah dibandingkan negara-negara peserta lainnya. Penurunan ini menunjukkan tantangan serius dalam kemampuan numerasi, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan persoalan yang bersifat faktual dan logis, yang sejatinya menjadi inti dari pembelajaran matematika.
Matematika bukan sekadar mata pelajaran hitungan, melainkan fondasi berpikir rasional, sistematis, dan berbasis bukti. Kemampuan matematika yang baik membantu siswa mengasah daya analisis, menilai informasi secara kritis, serta mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, melemahnya capaian matematika siswa berpotensi berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pengamat pendidikan yang juga penelaah soal dalam Kompetisi Matematika 2025, Kurniawan, menilai hasil PISA tersebut tidak bisa dilepaskan dari masih lemahnya pembiasaan siswa dalam menghadapi soal-soal pemecahan masalah. Menurutnya, pembelajaran matematika di sekolah masih terlalu berfokus pada hafalan rumus dan penyelesaian soal rutin, sehingga kurang melatih siswa untuk berpikir kritis dan aplikatif.
"Penting untuk menghadirkan tantangan yang mendorong siswa keluar dari zona nyaman. Salah satu cara efektif adalah melalui kompetisi matematika yang dirancang untuk menguji nalar, logika, serta kemampuan analisis," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Kamis (25/12/2025). Dalam kompetisi, kata Kurniawan, siswa dihadapkan pada soal kontekstual yang menuntut pemahaman mendalam, bukan sekadar kemampuan menghitung cepat.
Lebih jauh, kompetisi matematika juga berperan sebagai sarana identifikasi dan pembinaan talenta. Siswa yang memiliki potensi dapat terasah kemampuannya melalui latihan intensif dan diskusi soal yang menantang. Di sisi lain, guru dan sekolah memperoleh gambaran nyata tentang kelemahan dan kekuatan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis yang kompleks.
Baca Juga
Prabowo Ingin Perbaikan Metode Pembelajaran Matematika di Tingkat SD
Sekadar informasi, pada Kamis 18 Desember 2025 lalu, sebanyak 7.320 siswa SMP, MTs, baik negeri maupun swasta mengikuti Kompetisi Matematika tingkat Provinsi DKI Jakarta. Di kompetisi yang telah digelar ke-34 kalinya ini, para siswa memperebutkan juara untuk masing-masing jenjang kelas.
"Kompetisi ini diikuti setiap jenjang kelas untuk menyalurkan minat dan kompetensi siswa SMP kita di bidang matematika," kata Kurniawan, yang saat itu ditahbiskan sebagai Ketua Panitia Kompetisi Matematika SMP DKI Jakarta. Ia menyebut, soal yang disajikan berstandar kompetensi nasional, dan internasional.
Ia menjelaskan tahun ini terdapat 7.320 siswa yang mengikuti kompetisi. Rinciannya, siswa kelas 7 sebanyak 2.464, siswa kelas 8 sebanyak 2.446, dan kelas 9 sebanyak 2.410 siswa. Siswa yang masuk pada babak Semifinal dan Final akan mendapat sertifikat yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Sehingga, dapat mendukung portofolio siswa dari segi prestasi yang diakui.

