Kalahkan Bologna di Arab Saudi, Napoli Juara Supercoppa Italiana
Poin Penting
|
RIYADH, investortrust.id – Antonio Conte menegaskan Napoli belum berada pada fase siap menguasai sepak bola Italia, meski baru saja menambah koleksi trofi lewat gelar Supercoppa Italiana setelah sebelumnya Scudetto.
Napoli menjuarai Supercoppa Italiana setelah mengatasi Bologna 2-0 pada partai final di Al-Awwal Park, Riyadh, Selasa (23/12/2025) dini hari WIB. Kedua gol Napoli diborong David Neres pada kedua babak. Ini Piala Super ketiga Napoli setelah 1990 dan 2014.
Atas hasil ini, Antonio Conte mengaku senang. Pelatih berusia 55 tahun itu menyebut keberhasilan Napoli di Supercoppa sebagai hasil dari kerja kolektif yang rapi sepanjang turnamen, tapi menolak menganggapnya sebagai puncak pencapaian tim.
Baca Juga
Terbaru Jack Fletcher, Inilah Ayah-Anak Main di Liga Premier
“Kami sama sekali belum mendekati tahap siap mendominasi sepak bola Italia. Tapi, saya harus memberi selamat kepada para pemain atas turnamen yang mereka jalani dengan sangat baik,” ujar Antonio Conte kepada Sport Mediaset.
Antonio Conte menilai keberhasilan itu mencerminkan tekad kuat tim untuk mempersembahkan trofi bagi para pendukung. “Para pemain menunjukkan betapa mereka menginginkan trofi ini untuk para penggemar. Sekarang kami bisa merayakan Natal dengan satu piala tambahan di lemari,” katanya.
Mantan pelatih Juventus dan Inter Milan itu menegaskan bahwa dalam sepak bola, hanya tim juara yang akan dikenang, sementara perjalanan tanpa gelar cepat dilupakan.
“Yang diingat sejarah hanyalah pemenang. Napoli kalah di final Supercoppa dua tahun lalu, tapi hampir tak ada yang mengingat itu sekarang. Orang tidak peduli siapa finalis yang kalah,” tambah Antonio Conte.
Antonio Conte juga mengaitkan pandangan tersebut dengan pengalamannya sendiri selama karier panjangnya di sepak bola. “Saya pernah kalah di banyak final, baik sebagai pemain maupun pelatih. Tidak ada yang mengingat saya sebagai runner-up Piala Dunia atau finalis Liga Champions,” ujarnya.
Menurut Antonio Conte, kekalahan justru membentuk mental juara karena meninggalkan rasa sakit yang memicu determinasi lebih besar. “Yang diingat hanyalah saat saya memenangkan Liga Champions dan Piala Interkontinental. Ketika kalah di final, rasa sakit itu membuat Anda semakin bertekad untuk tidak mengalaminya lagi,” katanya.
“Perjalanan yang bagus tidak ada artinya tanpa kemenangan. Anda harus menaruh ceri di atas kue,” tutup Antonio Conte, yang kini mengoleksi dua trofi bersama Napoli.
Baca Juga

