Moncer dengan Sunderland, Granit Xhaka Jadi Pembelian Terbaik di Liga Premier?
Poin Penting
|
SUNDERLAND, investortrust.id – Granit Xhaka kembali mencuri perhatian publik sepak bola Inggris. Kapten Sunderland itu disebut-sebut sebagai “pembelian terbaik musim ini” setelah mencetak gol penting yang membawa timnya menempati peringkat keempat klasemen sementara Liga Premier.
Ketika Sunderland merekrut Granit Xhaka dari Bayer Leverkusen seharga £13 juta (Rp310 miliar) pada musim panas lalu, banyak yang tak menyangka efeknya akan sedrastis ini.
Mantan gelandang Arsenal itu langsung menjadi pemimpin di ruang ganti dan motor permainan di lapangan. Granit Xhaka memimpin hampir di semua aspek permainan Sunderland musim ini.
Baca Juga
Bikin Gaduh Real Madrid, Carlo Ancelotti Dikabarkan Tegur Vinicius Jr
Granit Xhaka sudah mencatat tiga assist, hanya tiga pemain lain di Liga Premier yang lebih banyak (masing-masing empat). Dia juga berada di posisi ke-11 dalam penciptaan peluang dan menempati posisi tiga besar untuk peluang dari bola mati dengan sembilan kali.
Di antara pemain outfield, hanya Marcos Senesi (Bournemouth) yang mencatat umpan panjang sukses lebih banyak darinya, yakni 56 berbanding 52. Granit Xhaka juga masuk dalam 20 besar untuk jumlah umpan (552), umpan ke dalam kotak penalti (56), dan perebutan bola sukses (49).
Golnya Granit Xhaka ke gawang Everton menjadi yang pertama di Liga Premier sejak laga terakhirnya bersama Arsenal pada Mei 2023, ketika dia mencetak dua gol ke gawang Wolverhampton Wanderers.
Pelatih Sunderland Regis Le Bris menilai kehadiran Granit Xhaka krusial bagi tim muda yang baru naik kasta. “Dia sangat penting bagi kami, karena banyak pemain baru dan muda di liga ini. Granit memberi pengalaman, standar tinggi, dan mentalitas kompetitif,” ujar Regis Le Bris, dilansir BBC Sport.
Bagi Granit Xhaka sendiri, perjalanan ini terasa seperti lingkaran yang lengkap. Setelah tujuh tahun membela Arsenal (2016–2023) dan semusim bersama Bayer Leverkusen di bawah Xabi Alonso dengan gelar juara Bundesliga, dia kembali ke Inggris dengan semangat baru.
“Saya tak menyangka akan kembali setelah Jerman. Tapi, sepak bola selalu penuh kejutan. Saya tahu proyek ini tentang membawa pengalaman dan menjadi contoh setiap hari. Saya bahagia bisa mencetak gol dan membantu tim,” kata Granit Xhaka.
Dengan performa stabil dan kepemimpinan yang menular, Granit Xhaka kini bukan sekadar motor Sunderland. Dia simbol kebangkitan tim promosi yang berani menantang para raksasa Liga Premier.
Baca Juga
Negosiasi Kontrak Belum Jelas, Mike Maignan Terancam Tinggalkan AC Milan
😤 Leading by example!
— Sunderland AFC (@SunderlandAFC) November 4, 2025
Granit Xhaka's first Sunderland goal 🤩 pic.twitter.com/NUfCQbxeby

