Bassis Limp Bizkit, Sam Rivers, Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Dunia musik internasional kembali berduka. Sam Rivers, bassis sekaligus salah satu pendiri band nu metal asal Amerika Serikat, Limp Bizkit, meninggal dunia pada usia 48 tahun. Kabar duka ini diumumkan langsung oleh band melalui media sosial resmi mereka.
Dalam pernyataan resminya, para personel Limp Bizkit menggambarkan Rivers bukan sekadar pemain bass, melainkan jiwa dari suara band tersebut. “Dari nada pertama yang kami mainkan bersama, Sam membawa cahaya dan ritme yang tak pernah bisa tergantikan. Talenta musiknya mengalir begitu saja, kehadirannya tak terlupakan, dan hatinya begitu besar,” tulis mereka dalam akun instagramnya, Minggu (19/10/2025).
Penyebab meninggalnya Rivers belum diungkapkan secara publik. DJ Lethal, salah satu personel Limp Bizkit, mengungkapkan keterkejutannya dalam unggahan di Instagram. “Kami semua masih dalam keadaan syok,” tulisnya, sambil meminta para penggemar untuk menghormati privasi keluarga Rivers.
Sam Rivers dikenal luas sebagai sosok penting dalam membentuk karakter suara Limp Bizkit yang khas dengan perpaduan hip-hop dan rock serta lirik eksplisit. Band ini didirikan pada tahun 1994 oleh Rivers bersama Fred Durst, John Otto, dan DJ Lethal. Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Limp Bizkit menjadi salah satu band paling berpengaruh di dunia musik alternatif dan nu metal, dengan deretan lagu hits yang melejitkan nama mereka ke panggung internasional.
Album mereka yang paling dikenal antara lain Significant Other dan Chocolate Starfish and the Hot Dog Flavored Water. Beberapa lagu andalan seperti Take a Look Around dan Rollin’ (Air Raid Vehicle) bahkan berhasil menduduki puncak tangga lagu. “Kami berbagi begitu banyak momen — yang liar, yang tenang, yang indah — dan semuanya terasa lebih berarti karena Sam ada di sana,” tulis para personel band dalam pernyataan mereka.
Baca Juga
Seri Musik Rock Dunia, John ‘Bonzo’ Bonham si Pemilik Ketukan Aneh di Led Zeppelin
Rivers tidak hanya dikenal karena keahliannya bermain bass, tetapi juga karena kontribusinya di luar panggung. Ia pernah meraih Gibson Award untuk kategori Best Bassist pada tahun 2000, serta aktif dalam berbagai kegiatan amal. DJ Lethal juga menambahkan, “Kau akan hidup selamanya lewat musikmu dan kehidupan yang kau bantu selamatkan lewat karya, kerja amal, dan persahabatan.”
Limp Bizkit baru saja merilis single terbaru berjudul Making Love to Morgan Wallen pada September lalu dan tampil di Reading Festival pada Agustus 2025. Album terakhir mereka, Still Suck, dirilis empat tahun lalu.
Sam Rivers sempat meninggalkan Limp Bizkit pada 2015 akibat masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh penyakit liver. Dalam wawancara bersama penulis Jon Wiederhorn untuk buku Raising Hell, ia mengungkapkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan. “Saya berhenti minum dan melakukan semua yang dikatakan dokter,” ujarnya seperti dikutip Loudwire. “Saya menjalani perawatan dan akhirnya menjalani transplantasi hati yang hasilnya sangat cocok.”
Kepergian Sam Rivers meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik, terutama bagi para penggemar Limp Bizkit di seluruh dunia. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai salah satu bassis yang membantu mendefinisikan suara nu metal pada akhir 1990-an, demikian dikutip dari BBC.

