Penyanyi Senior Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun
JAKARTA, Investortrust.id - Penyanyi senior Titiek Puspa meninggal dunia pada Kamis (10/4/2025) pukul 16.25 WIB. Ia meninggal diduga akibat pendarahan yang dialami pada otak kirinya.
Sebelumnya seperti disampaikan sang puteri, Petty Tunjung Sari, Titiek Puspa sempat pingsan di tengah proses menyelesaikan syuting sebuah program di televisi nasional pada 26 Maret 2025 lalu. Dikatakan Petty, ibunya pingsan pada pukul 20.30 malam, dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Medistra untuk menjalankan perawatan lebih lanjut.
Pada akun instagram pribadinya, almarhumah sempat muncul untuk menyampaikan ucapan Selamat hari Raya Idulfitri 2025, pada tanggal 31 Maret 2025.
Titiek Puspa lahir dengan nama Sudarwati di Tanjung, Kalimantan Selatan, pada 1 November 1937, dari pasangan Tugeno Puspowidjojo (wafat 1973) dan Siti Mariam (wafat 1964).
Keluarganya kemudian mengganti namanya menjadi Kadarwati, dan akhirnya menjadi Sumarti.
Saat masih anak-anak, ia bercita-cita menjadi guru taman kanak-kanak. Namun, setelah memenangkan beberapa kompetisi menyanyi, ia memutuskan untuk menjadi seorang penghibur, keputusan yang ia ambil pada usia sekitar 14 tahun. Orang tuanya melarangnya untuk menempuh jalan tersebut.
Setelah memenangkan kompetisi menyanyi Radio Republik Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Titiekdiminta oleh Sjaiful Bachri dari Orkes Simfoni Jakarta untuk bernyanyi bersama mereka. Setelah ia membawakan lagu karya Ismail Marzuki berjudul Chandra Buana, grup tersebut memutuskan untuk menjadikannya penyanyi tetap mereka. Ia meninggalkan orkestra tersebut pada tahun 1962. Sementara nama panggungnya Titiek Puspa sejatinya merupakan hasil pilihan Presiden Sukarno pada tahun 1950-an.
Pada tahun 1957, Titiek menikah dengan Mus Mualim, seorang pegawai Radio Republik Indonesia. Pada tahun 1963, mereka telah dikaruniai dua orang putri. Pada masa ini, Puspa mulai belajar menulis lagu, dengan belajar dari suaminya. Selain menyanyi dan menulis lagu, Titiek juga berakting.
Pada tahun 2009, Titiek Puspa sempat didiagnosis menderita kanker serviks. Setelah menjalani pengobatan selama beberapa bulan, termasuk dua bulan kemoterapi di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura (di mana ia menulis 61 lagu), ia dinyatakan sembuh dari kanker. Ia mengaku bahwa doa dan meditasi selama di rumah sakit membantunya melawan penyakit tersebut.
Titiek Puspa dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada 10 April 2025, akibat pendarahan otak pada usia 87 tahun.

