Ambil Desain Orang Tanpa Izin, Klub Kaya Arab Saudi Al-Ittihad Dihujani Kritik
Poin Penting
|
STOCKHOLM, investortrust.id – Erik Holm, desainer grafis asal Swedia yang juga mantan Kepala Media Sosial AIK Solna, melayangkan kritik keras kepada Al-Ittihad. Dia menuding klub Liga Profesional Saudi memakai font rancangannya tanpa izin dalam peluncuran jersey ulang tahun klub ke-97.
Melalui unggahan di LinkedIn, Erik Holm menuding Al-Ittihad menggunakan font ciptaannya yang dinamai "AIK ErikHolm", tanpa lisensi. Font tersebut pertama kali dibuat lebih dari satu dekade lalu sebagai proyek pribadi dan menjadi ciri khas desain jersey AIK pada 2019.
Meski bisa diunduh gratis untuk pemakaian pribadi melalui situs DaFont, Erik Holm dengan tegas menyatakan penggunaannya secara komersial memerlukan lisensi resmi. “Mereka tidak menghubungi saya. Tidak ada email. Tidak ada pesan. Tidak ada lisensi. Hanya mengambilnya. Dan mulai menjual ribuan kaus dengan itu,” tulis Erik Holm.
Baca Juga
Levi Colwill Sebut Juara Piala Dunia Antarklub Sebagai Pencapaian Terbesar
Font tersebut digunakan Al-Ittihad untuk menampilkan angka "1927" di bagian dada kaus musim depan. Al-Ittihad tidak hanya merilis satu edisi ulang tahun, melainkan satu set tiga perlengkapan dengan warna berbeda, yang seluruhnya menjiplak desain AIK. Itu termasuk elemen artistik dan komposisi tipografinya.
Erik Holm menilai gaya, warna, serta semangat desainnya sangat mirip dengan jersey AIK yang dirilis lima tahun lalu. Dia menyayangkan karena fakta menunjukkan Al-Ittihad dimiliki oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), entitas yang juga mengendalikan Newcastle United serta beberapa klub Arab Saudi lainnya.
“Ini seperti keluarga terkaya di dunia mencuri proyek hobi milik seorang desainer independen,” sindir Erik Holm.
Baca Juga
Nyaris Rp1 Triliun, Real Madrid Resmikan Transfer Alvaro Carreras dari Benfica
😡🇸🇪🇸🇦 Saudi Club Al-Ittihad Copies AIK Kit & Uses Unlicensed Font in 97th Anniversary Shirt: https://t.co/4S6RVouzud
— Footy Headlines (@Footy_Headlines) July 10, 2025

