Kritik UEFA, Pemerintah dan Asosiasi Sepak Bola Rusia Minta Israel Dihukum karena Serang Gaza
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah dan Asosiasi Sepak Bola Rusia (RFU) mengkritik keras standar ganda yang diterapkan UEFA. Mereka meminta UEFA menghukum Israel karena menyerang Gaza, sama seperti saat Rusia memulai perang di Ukraina.
Sejak invasi ke Ukraina pada Februari 2022, sepak bola Rusia mendapatkan hukuman UEFA dan FIFA. Tim nasional, klub, maupun pemain-pemain Rusia dicoret dari semua aktivitas sepak bola internasional resmi sepertu Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, Liga Europa, dan sejenisnya.
Hingga memasuki tahun kedua, belum ada tanda-tanda hukuman kepada Rusia dicabut. Itu terkait perang yang masih dilancarkan Rusia di Ukraina.
Atas kondisi itu, Sekjen RFU Maxim Mitrofanov melancarkan protes keras. Dia membandingkan negaranya dengan Israel. Keterlibatan Israel dalam perang di Gaza dianggap Rusia sudah cukup bagi UEFA untuk menjatuhkan sanksi.
Baca Juga
Kabar Buruk untuk Tottenham Hotspur, 11 Pemain Utama Absen Lawan Manchester City
“Bagaimana posisi UEFA terhadap Israel? Seharusnya sikap mereka sama. Prinsip dasar FIFA dan UEFA adalah sepak bola berada di atas politik. Tapi, saat ini, bukan itu masalahnya,” ujar Maxim Mitrofanov, dilansir Sport-Express.
Sebelum Maxim Mitrofanov, Menteri Olahraga Rusia Amir Khamitov juga sempat berkirim surat ke UEFA dan FIFA. Mereka meminta Rusia bisa kembali berlaga di sepak bola internasional. “Saya minta FIFA mengembalikan Rusia ke turnamen internasional,” tulis Amir Khamitov dalam suratnya.
"Konflik lain di dunia belum mendapat perlakuan yang sama seperti di Rusia. Situasi tegang terjadi di Timur Tengah. Tidak hanya di Gaza, melainkan juga Suriah, Mesir, dan Lebanon,” kata Amir Khamitov.
Baca Juga
Presiden FIFA Gianni Infantino Dipastikan Hadir di Final Piala Dunia U-17 2023

