Ikut Piala Asia Saat Perang Berlangsung di Gaza, Palestina Usung Misi Khusus
DOHA, investortrust.id – Timnas Palestina mengusung misi khusus saat tampil di Piala Asia 2023. Dengan perang yang masih berkecamuk di Gaza, The Lions of Canaan bertekad tampil mengejutkan dengan melaju sejauh mungkin.
Palestina akan tampil untuk ketiga kalinya di Piala Asia. Dalam dua edisi sebelumnya, pada 2015 dan 2019, mereka terhenti di fase grup. Sementara untuk edisi kali ini mereka tergabung di Grup C. Pasukan Makram Daboub akan bersaing dengan Uni Emirat Arab (UEA), Iran, dan Hong Kong.
Masalahnya, situasi kali ini berbeda dari Piala Asia 2015 dan Piala Asia 2019. Sebab, Palestina sedang dilanda perang. Ada serangan militer Israel ke Gaza untuk menghentikan perlawanan Hamas.
Baca Juga
Gagal dengan Carlo Ancelotti, Timnas Brasil Bujuk Jose Mourinho
Situasi itu membuat para pemain Palestina sempat terpengaruh. Konsentrasi mereka terpecah karena bisa saja perang melebar ke Tepi Barat dan wilayah-wilayah lain seperti Lebanon, Suriah, Mesir, atau Yordania. “Tentu saja mereka (pemain) mencemaskan keluarga mereka,” ujar Makram Daboub, dilansir Japan Times.
Mayoritas pemain Palestina yang tampil di Qatar bermain di Liga Premier Palestina yang berbasis di Tepi Barat. Beda dengan Gaza yang dikuasai Hamas, Tepi Barat dikendalikan Fatah dan situasinya jauh lebih tenang. Tapi, banyak pemain juga memiliki kerabat di Gaza yang sekarang sedang mengungsi.
“Kami mempunyai masalah fisik, teknik, dan taktikal karena penundaan turnamen. Sama halnya dengan masalah psikologis karena perang,” beber Makram Daboub.
Selain pemain-pemain dari kompetisi lokal, ada personel Palestina di Piala Asia yang akrab dengan Indonesia karena main di Liga 1. Salah satunya Mohamad Rashid dari Bali United. Ada lagi dua pemain dari Liga Israel. Mereka adalah Alaa Aldeen Hassan (Bnei Sakhnin) dan Amid Mahajna (Hapoel Umm al-Fahm).
Baca Juga
Barcelona Diminta Datangkan Erling Haaland, Xavi Hernandez Angkat Tangan

