Begini Upaya HealthMetrics Group Perbaiki Sistem Layanan Kesehatan yang Terfragmentasi di Asia Tenggara
JAKARTA, investortrust.id - HealthMetrics Group menyatakan bahwa tidak ada satu pihak pun yang bisa memperbaiki sistem layanan kesehatan yang terfragmentasi di Asia Tenggara sendirian. Namun, dengan menyatukan teknologi, kolaborasi, dan menyamakan tujuan bersama, bisa menciptakan masa depan layanan kesehatan yang terhubung dan tanpa batas.
Hal itu disampaikan Co-founder & Group Chief Executive Officer HealthMetrics Group Alvin Yuan dalam acara HealthMetrics Spotlight 2025: Shaping the Future of Healthcare di Raffles Jakarta Hotel, Rabu (16/4/2025).
"Saya sangat antusias dengan penyatuan misi bersama tim Indonesia kami, yang telah memiliki rekam jejak kuat sebagai TPA (Third-party Administrator) terkemuka dan perusahaan bantuan kesehatan terbesar di Indonesia," ujar Alvin.
Alvin menjelaskan, teknologi menjadi pilar utama dalam visi HealthMetrics untuk membangun ekosistem layanan kesehatan lintas batas. Di Indonesia, HealthMetrics Cloud Platform akan menghubungkan pihak asuransi, korporasi, dan penyedia layanan kesehatan untuk mengelola polis domestik maupun
internasional dengan tanpa hambatan.
Menurut Alvin, platform ini dilengkapi dengan berbagai fitur seperti pendaftaran member secara instan, klaim yang diproses dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), deteksi fraud, pengendalian biaya, serta analisis data real-time untuk memastikan layanan kesehatan yang efisien dan berkualitas tinggi.
"Semua ini turut diperkuat dengan hadirnya HealthMetrics Global Member App, yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan berbagai polis asuransi, mengakses layanan kesehatan secara global, mengajukan surat jaminan dan klaim, hingga menikmati manfaat wellness, semuanya dalam satu aplikasi," ungkap Alvin.
Lebih lanjut, Alvin menyebut, untuk mendukung layanan kesehatan lintas negara, HealthMetrics International Assistance Hub menyediakan akses ke lebih dari 15.000 penyedia layanan kesehatan dengan sistem direct billing melalui jaringan TPA regional, guna memastikan koordinasi yang lebih lancar dan peningkatan kualitas hubungan dengan penyedia layanan.
"Dengan fondasi digital yang kuat ini, HealthMetrics telah tumbuh pesat menjadi TPA digital terkemuka sejak didirikan pada tahun 2015, dengan eksistensi yang solid di Malaysia, Singapura, dan kini Indonesia," jelas Alvin.
Sementara itu, Co-founder & Group Chief Technology Officer HealthMetrics Group Advent Phang mengatakan bahwa fokus perusahaan tidak hanya pada digitalisasi, tetapi pada solusi digital yang cerdas, yang mampu menghadirkan efisiensi biaya, transparansi, dan kontrol bagi seluruh pemangku kepentingan dalam perjalanan layanan kesehatan.
Menurut Advent, komitmen terhadap solusi digital yang lebih cerdas ini diwujudkan melalui HealthMetrics Spotlight 2025, yang mempertemukan lebih dari 100 pemimpin berpengaruh dari sektor layanan kesehatan, asuransi, tunjangan karyawan, dan korporasi di Indonesia.
"Acara ini menjadi wadah dinamis untuk mengeksplorasi masa depan administrasi layanan kesehatan di Indonesia, dengan menyoroti peran penting infrastruktur digital-first dalam meningkatkan akses, efisiensi, dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Advent.
Menandai semangat kolaboratif dalam acara ini, kata Advent, HealthMetrics Spotlight 2025 turut didukung oleh KPJ Healthcare Berhad, salah satu penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di regional, yang mencerminkan pentingnya kemitraan lintas negara untuk membangun pengalaman layanan kesehatan yang terhubung dan tanpa batas bagi perusahaan, asuransi, dan member di Indonesia.
Di sisi lain, Advent menambahkan, HealthMetrics telah melayani lebih dari 100 perusahaan asuransi, 3.000 klien korporat, dan memfasilitasi layanan medis melalui jaringan lebih dari 15.000 penyedia layanan kesehatan.
"Dipercaya oleh perusahaan asuransi global, HealthMetrics terus memimpin dalam solusi administrasi layanan kesehatan digital yang menyederhanakan pengelolaan tunjangan kesehatan. Seiring dengan inovasi yang mendekati satu dekade, HealthMetrics terus mengembangkan dampaknya di seluruh Asia Tenggara dan diperkirakan akan melampaui nilai kumulatif perawatan medis sebesar US$ 1 miliar pada akhir tahun 2025," pungkas Advent.

