Ada Masalah Apa? Fabio Quartararo Ultimatum Yamaha Terkait Proyek Musim Depan
JAKARTA, investortrust.id – Pembalap andalan Yamaha Fabio Quartararo mengeluarkan ultimatum. El Diablo mengancam meninggalkan pabrikan Jepang tersebut jika motor yang disediakan untuk MotoGP 2024 tidak kompetitif.
Fabio Quartararo bergabung dengan Franco Morbidelli di tim satelit Yamaha yang baru dibentuk Petronas Yamaha SRT pada 2019. Kemudian, bergabung dengan tim utama Monster Energy Yamaha pada 2021 dengan hasil yang sangat membanggakan. Dia menjadi juara dunia MotoGP 2021.
Setahun kemudian, Fabio Quartararo gagal mempertahankan posisinya. Dia hanya mampu finish runner-up di klasemen akhir setelah dikalahkan Francesco Bagnaia, yang menunggangi Ducati.
Untuk musim 2023, Yamaha masih belum bisa memberi Fabio Quartararo motor kompetitif. Dari 14 balapan yang sudah diselenggarakan, Fabio Quartararo selalu gagal juara. Prestasi terbaiknya dua kali naik podium. Dia hanya mampu mengumpulkan 111 poin dan tercecer di posisi ke-10 klasemen sementara.
Baca Juga
Fakta MotoGP Mandalika yang Wajib Diketahui Penggemar Balap Motor
Merespons situasi ini, Fabio Quartararo memberikan ancaman kepada Yamaha. Dengan kontrak yang berakhir pada 2024, dia memastikan tidak akan bertahan jika Yamaha gagal menghadirkan motor yang bisa bersaing.
“Kita tidak punya banyak waktu untuk melakukan revolusi. Masa depan saat ini tidak ada di tangan saya. Itu ada di tangan Yamaha. Tentu saja saya lebih memilih bertahan di Yamaha. Tapi, jika mereka tidak menghasilkan apa yang saya inginkan, saya harus mempertimbangkan pindah pada 2025 nanti,” kata Fabio Quartararo, dilansir crash.net.
Fabio Quartararo stres karena performa Yamaha musim ini sangat buruk. Tidak hanya di belakang Ducati, mereka juga tertinggal dari KTM dan Aprilia.
“Secara mental, ini sulit. Ini sulit ketika anda berjuang tiga tahun berturut-turut untuk menjadi juara, untuk kemenangan, dan untuk podium di setiap balapan. Tiba-tiba, anda berjuang untuk satu podium, dan sepertinya anda berhasil,” kata Fabio Quartararo.
“Terkadang, seorang pembalap bisa menutupi sedikit masalahnya. Tapi, masalahnya lebih besar dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Pada dasarnya, sudah tiga tahun kami memiliki motor yang sangat mirip. Ini bukan perubahan besar dan kami tidak bisa melakukan perbaikan,” beber Fabio Quartararo.
“Untuk tahun depan dan masa depan, semuanya ada di tangan Yamaha untuk membuat motor yang lebih baik, dan lihat bagaimana kelanjutannya,” pungkas Fabio Quartararo.
Baca Juga
Jogging di Sirkuit Mandalika, Begini Komentar Fabio Quartararo Soal Aspal

