Transfer Nico Gonzalez dari FC Porto, Total Belanja Musim Dingin Manchester City Rp3,6 Triliun
MANCHESTER, investortrust.id – Manchester City mengakhiri bursa transfer musim dingin 2025 dengan mengontrak Nico Gonzalez dari FC Porto. Jebolan La Masia itu dibeli £50 juta (Rp1 triliun) untuk menggenapi pengeluaran The Citizens kali ini menjadi £180 juta (Rp3,6 triliun).
Nico Gonzalez merupakan pemain kelima yang direkrut Manchester City pada bursa transfer musim dingin setelah Omar Marmoush, Vitor Reis, Abdukodir Khusanov, dan Juma Bah. Dia akan dikontrak 4,5 tahun.
Pesepak bola Spanyol berusia 23 tahun itu memulai karier seniornya bersama Barcelona pada 2019 dan bergabung dengan FC Porto pada 2023. Dia telah mencetak 9 gol dan memberikan 9 assist dalam 68 penampilan untuk FC Porto dan memenangkan Piala Portugal musim lalu.
Baca Juga
Menang Comeback Lawan West Ham United, Mentalitas Chelsea Tuai Pujian
“Ini adalah kesempatan yang sempurna bagi saya di tahap karier saya saat ini. Saya berusia 23 tahun dan ingin menguji kemampuan diri di Inggris. Tidak ada klub yang lebih baik daripada Manchester City bagi saya untuk melakukan itu,” ujar Nico Gonzalez, dilansir BBC Sport.
“Saya tahu reputasi Pep Guardiola dan saya tidak sabar untuk bekerja dengannya. Faktanya, saya merasa terhormat, dia ingin saya bermain di timnya,” tambah Nico Gonzalez.
Dengan transfer ini, Manchester City menjadi tim kedua dalam sejarah yang mencatatkan pengeluaran terbesar di musim dingin setelah Chelsea pada 2023. Ketika itu, The Blues mengeluarkan total £274 juta (Rp5,5 triliun) untuk sejumlah pemain.
Yang jelas, pengeluaran Manchester City hampir melebihi pengeluaran klub-klub Liga Premier lainnya jika digabungkan. Jumlah itu jauh di bawah jendela transfer terbesar yang pernah dilakukan pada musim oanas 2017 dengan £225 juta (Rp4,5 triliun) untuk Kyle Walker, Benjamin Mendy, Bernardo Silva, Ederson, Danilo, dan Douglas Luiz.
Investasi besar Manchester City dalam skuad kali ini dilakukan karena masih menunggu untuk mengetahui apakah mereka akan menghadapi hukuman atas 115 dugaan pelanggaran aturan keuangan Liga Premier atau tidak.
“Manchester City telah sangat sukses secara finansial selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan aturan profitabilitas dan keberlanjutan ini, anda diizinkan kehilangan £105 juta (Rp2,1 triliun) selama 3 tahun. Tapi, mereka meraup laba sekitar £160-170 juta (Rp3,2-Rp3,4 triliun) karena banyak pemain yang dijual, hadiah Liga Champions, dan televisi,” kata pakar keuangan sepak bola Inggris, Kieran Maguire, kepada BBC Radio 5 Live.
“Jadi, 115 dakwaan tersebut terkait dengan periode 2009-2018. Sampai batas tertentu, itu adalah sejarah kuno. Ketika sampai pada keputusan pengadilan, saya kira kami harus mengatur ulang sepenuhnya apa yang dapat mereka belanjakan untuk masa mendatang,” tutup Kieran Maguire.
Baca Juga
DPR Setujui Naturalisasi Ole Romeny, Tim Geypens, dan Dion Marx
A message from Nico! 🩵👋 pic.twitter.com/VDbeFgJ1wG
— Manchester City (@ManCity) February 3, 2025

