Jangan Lalai! Ini yang Harus Dilakukan jika Anak Menelan Water Beads
JAKARTA, investortrust.id - Water beads atau hydrogel memang terlihat seperti permen sehingga anak-anak mungkin tergoda untuk menelannya. Manik-manik gel penyerap air yang dijual sebagai mainan anak-anak dan digunakan di vas dan taman ini menjadi masalah yang semakin meningkat belakangan ini.
Meskipun nampaknya tidak berbahaya, ahli medis dan dokter menyoroti beberapa risiko yang terkait dengan penggunaan manik-manik air ini, khususnya dalam konteks kesehatan anak-anak.
Mainan sensori yang memiliki bergagam warna cerah dan teksturnya yang lembut, membuat anak-anak selalu penasaran untuk memasukkannya ke mulut. Bukan hanya dipegang dan dimainkan, tapi bisa juga dimasukkan ke mulut hingga tertelan.
Baca Juga
Mulai Hari Ini, Ajak Anak Melatih Seni dan Kreatifitas di LEGO Play On Fest
Saat benda asing masuk ke dalam mulut, secara umum benda tersebut akan melewati saluran pencernaan, mulai dari kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, dan akhirnya dikeluarkan melalui anus. Meskipun demikian, terkadang benda asing dapat tersangkut di dalam saluran cerna, dengan lokasi yang paling umum terjadi adalah di kerongkongan.
Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), seorang Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrologi-Hepatologi di RSIA Bunda Jakarta, berbagi pengalamannya dalam menangani kasus anak yang menelan benda asing, termasuk water beads, dalam sebuah Seminar Media berjudul "Mewaspadai Anak Menelan Benda Asing" yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, 9 November 2023.
Penting untuk diingat bahwa hydrogel, seperti water beads, memiliki kemampuan untuk membesar secara signifikan saat terpapar air. Ukuran awalnya yang berkisar antara 1-15 mm dapat meningkat hingga mencapai 6 cm setelah menyerap air. "Ketika water beads ini membesar di dalam usus yang kecil, dapat menyebabkan penyumbatan yang serius dan berpotensi mengancam kesehatan anak," tandasnya dengan tegas.
Gejala dan dampaknya beragam tergantung jumlah dan ukuran yang tertelan, serta lamanya di saluran cerna. dr. Ariani menambahkan beberapa kasus yang tidak memiliki gejala bahkan orangtuanya tidak sadar anaknya menelan water beads. Namun, beberapa anak juga mengalami penyumbatan usus ringan, penyumbatan usus berat, hingga usus robek atau bocor karena tekanan yang terlalu tinggi dan membahayakan diri.
"Saat masih di kerongkongan, lambung, atau usus 12 jari (duodenum) bisa diambil melalui prosedur endoskopi. Namun, water beads cenderung licin sehingga dapat bergerak dengan cepat melalui saluran pencernaan. Jika water beads sudah terlalu jauh di usus halus, paparan cairan dalam saluran pencernaan yang mencapai 6-12 liter selama proses pencernaan dapat meningkat, sebelum akhirnya diserap kembali," jelasnya.
Untuk itu, dia menekankan pentingnya bagi orang tua untuk selalu mengawasi dan mendampingi anak-anak ketika mereka bermain dengan water beads atau mainan lainnya. Terutama pada anak balita yang masih dalam fase oral sehingga penasaran ingin memasukkan benda-benda asing ke mulutnya.
Lantas bagaimana bila anak sudah terlanjur menelan water beads?
"Jangan tunda-tunda dan segera bawa anak ke faskes atau Unit Gawat Darurat (IGD) terdekat. Tindakan ini harus dilakukan secepat mungkin agar dokter atau tenaga medis dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengeluarkan water beads sebelum masuk terlalu jauh ke usus halus," tambahnya.
dr. Ariani juga menekankan orangtua untuk tidak memasukkan nasi putih, atau semacamnya dengan tujuan membuat benda asing keluar dengan sendirinya karena malah membahayakan.
Orang tua juga perlu sangat memperhatikan tanda-tanda atau gejala yang mungkin muncul jika anak telah menelan water beads, bahkan jika anak mengakuinya. Mengutip American Academy of Pediatrics, ciri-ciri yang perlu diwaspadai antara lain bila anak menolak makan, mengeluarkan air liur, muntah, mengi, keluhan ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan atau dada, sakit perut, sembelit, perut bengkak, dan nyeri.
Sedang untuk pencegahannya, orangtua harus memastikan mainan atau benda-benda lain yang dapat dijangkau oleh anak-anak tidak mengandung bahan berbahaya atau dapat membahayakan kesehatan mereka. Disarankan juga untuk selalu waspada terhadap benda-benda kecil yang menarik dan memastikan mereka tidak memiliki akses ke benda-benda tersebut yang dapat membahayakan itu.

