Inilah Tips Memulai Karier untuk Profesional Muda ala LinkedIn
JAKARTA, investortrust.id - LinkedIn, jejaring yang menghubungkan satu miliar profesional di dunia membagikan tips bagi para profesional muda untuk membangun karier. Para lulusan baru perlu membangun branding profesional, jejaring aktif, dan mengembangkan skill sebagai langkah awal dalam memulai karir. Keaktifan dalam jejaring merupakan faktor kunci yang diakui oleh anggota LinkedIn Gen Z Top Voice di Indonesia, untuk membantu dalam menemukan peluang kerja.
Berikut ini adalah beberapa tips memulai karier dari LinkedIn untuk profesional muda di Indonesia:
1. Bangun branding profesional Anda
Serla Rusli, LinkedIn Career Expert, mengatakan, “Di lingkungan bisnis yang dinamis dan berkembang pesat saat ini, rasanya para pencari kerja perlu menunjukan skill dan pengalamannya membranding dirinya secara kuat dan unik, khususnya untuk para perekrut.”
Sementara itu, Tri Ahmad Irfan, yang merupakan bagian dari Gen Z Top Voices LinkedIn Asia Tenggara dan salah satu pendiri startup lokal Indonesia, Lumina, sepakat bahwa kita perlu untuk aktif berjejaring. Tri mengatakan, “Aktif berjejaring online sembari menampilkan branding sangatlah penting untuk menunjukan kredibilitas dan pengalaman kita di LinkedIn, hal ini juga dapat meningkatkan kredibilitas kita.”
● Update Summary Anda: Ceritakan diri Anda melalui rangkuman riwayat profesional dan target karier yang dicari dengan memasukkan skill dan kata kunci yang relevan untuk meningkatkan visibilitas Anda.
● Kemudian, pikirkan faktor “Why”: Bangun audiens melalui konten yang memiliki tujuan dan segmen yang jelas. Seperti memberikan panduan kepada mahasiswa mengenai memulai karier, atau berbagi pengalaman pekerjaan sesuai bidang Anda.
● Interaktif: Bangun percakapan interaktif, dan bukan sekadar menyiarkan informasi untuk saling berinteraksi dan berbagi perspektif melalui komentar di postingan Anda.
● Konsisten: Bagikan pengalaman dan cerita-cerita menarik Anda kepada audiens secara konsisten.
● Fokus pada aksesibilitas dan discoverability: Gunakan hashtag yang relevan agar postingan Anda lebih mudah ditemukan.
2. Utamakan networking
Membangun jejaring di LinkedIn adalah hal penting, karena para profesional di LinkedIn mengaku 4x lebih mudah mendapatkan pekerjaan melalui network mereka.
“Saat kuliah, saya tidak mengenal banyak orang di industri ini karena saya berasal dari daerah pedesaan yang jauh. Ketika saya sedang mencari pengalaman magang pertama, saya menghubungi banyak pendiri startup dan para engineer senior sampai akhirnya mereka menjawab dan mengundang saya untuk wawancara di perusahaan mereka. Berkat algoritma penemuan LinkedIn, unggahan saya sampai ke target audiens saya dan banyak yang merasa terbantu karena mereka menemukan penerapan praktis pada konten saya.” Jelas Tri Ahmad.
Lakukan 6 cara ini untuk membangun network yang kuat di LinkedIn:
● Terhubung dengan orang-orang yang Anda kenal, termasuk teman, keluarga, kolega, dan orang-orang yang Anda kenal di luar dunia kerja.
● Berbagi pengalaman dan opini, secara aktif membangun interaksi melalui postingan Anda, seperti membuat polling untuk mendapatkan insights, bercerita melalui fitur LinkedIn Live, dan masih banyak lagi.
● Mem-follow orang-orang inspiratif dan perusahaan-perusahaan di LinkedIn. Mengobservasi unggahan para pemimpin dan perusahaan untuk mendapatkan inspirasi dari pengalaman mereka dan mempelajari peluang kerja yang tersedia.
● Bergabung dengan grup profesional: Hal ini membantu Anda memanfaatkan jejaring profesional di industri yang sama atau berbagi minat yang sama, bertukar wawasan, serta tentunya membangun koneksi.
3. Kembangkan dan tunjukkan skill Anda
Tren AI mengalami kenaikan yang dilihat dari maraknya permintaan pekerja yang memahami skill AI. Secara global, banyak perusahaan mencari talent yang mengerti cara menggunakan tools berbasis AI, seperti yang tampak pada sejumlah lowongan pekerjaan di LinkedIn yang menyebut penggunaan GPT atau ChatGPT, naik sebesar 21 kali lipat sejak November 2022.
Di Indonesia, skill yang diperlukan untuk suatu pekerjaan tertentu telah berubah rata-rata sebesar 21% sejak tahun 2015, dan dapat terus berubah hingga hampir 40% pada tahun 2025, yang diprediksi akan hadirnya 3 skill baru sebagai skill teratas di Indonesia. Data LinkedIn menunjukkan adanya kesenjangan skill di Indonesia, di antaranya Data Science, Web Development, dan Desain Grafis.
Gen Z di Indonesia, sebanyak 90% menunjukkan minat pada diskusi AI dan dampaknya pada pekerjaan mereka berdasarkan survei LinkedIn. Seiring otomatisasi oleh AI, kebutuhan akan soft skills meningkat. Sejak September 2021, waktu yang dihabiskan para profesional di LinkedIn Learning meningkat 1,6 kali lipat, dan beberapa skill penting adalah termasuk Speaking Confidently and Effectively, Learning Data Analytics: Foundations, dan Strategic Thinking.
Serla menambahkan: “Soft skill akan menjadi kunci dalam dunia kerja di masa depan, terutama jika dipadukan dengan skill AI. Oleh karena itu, para profesional muda yang sedang memulai karier harus tetap dapat menunjukkan soft skill seperti kerja sama tim, pemecahan masalah, dan pemikiran kreatif atau strategis kepada perekrut.”
Berikut beberapa cara untuk mengembangkan dan menunjukkan skill Anda di LinkedIn:
● Terus bertumbuh dan temukan skill yang relevan untuk dikembangkan: LinkedIn Learning adalah platform pengembangan skill yang cerdas dengan berbagai rekomendasi pembelajaran yang dipersonalisasi. Dengan lebih dari 21.000 kursus dan sekitar 60 kursus baru tiap minggunya, dapat membantu audiens untuk mengembangkan skill yang tepat bagi kemajuan karier mereka. LinkedIn Learning Pathfinder dapat membantu Anda mengidentifikasi dan membangun skill berdasarkan tujuan karier Anda.
● Tunjukkan skill yang tepat: Mulai dari 5 skill paling relevan untuk pekerjaan yang Anda inginkan. Permudah perekrut untuk memahami skill Anda dengan pekerjaan yang Anda inginkan.
● Tunjukkan bagaimana Anda menggunakan skill Anda: Tambahkan daftar skills ke bagian riwayat karier Anda agar para perekrut tahu bagaimana dan di mana Anda menggunakan skill Anda. Skill yang terdaftar akan muncul secara otomatis pada lowongan pekerjaan yang relevan ketika perekrut sedang mencari skills.

