Upaya Dexa Group Dukung Pemerintah Capai Kemandirian Farmasi dan Ketahanan Kesehatan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Dexa Medica, Hery Sutanto mendukung langkah pemerintah untuk mencapai kemandirian industri farmasi dan ketahanan kesehatan. Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah dengan memproduksi obat modern asli Indonesia berbahan alam.
"Yang kita riset sampai menjadi fitofarmaka, kita juga menggunakan semuanya asli Indonesia, diriset oleh orang Indonesia, dan kita sudah pasarkan di Indonesia dan di mancanegara," ucapnya di booth Dexa pada acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Hery menjelaskan, produk fitofarmaka Dexa menggunakan 100% bahan baku dari dalam negeri. Sehingga hingga kini, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dimiliki perusahaan farmasi ini sudah mencapai 80%.
Baca Juga
"Untuk sampai level kemandirian yang advance itu masih butuh waktu yang lama. Sedangkan kalau obat-obat dari bahan alam, ini sudah di depan mata, sudah ada produknya, sudah diuji klinis, sudah fitofarmaka," terang Hery.
Dengan memproduksi obat modern asli Indonesia yang berbahan alam tersebut, menurut Hery kemandirian dan ketahanan sektor kesehatan juga menyasar sektor hulu, yakni para petani di Tanah Air hingga ke bagian hilirnya.
"Dari hulu ke hilir itu menggunakan resources yang ada di Indonesia, yang pasti itu akan memberikan efek domino ekonomi yang besar ya. Dari mulai para petani, kemudian para supplier bahan baku industri, bahan baku alam, industri obat jadi," ungkapnya.
Baca Juga
Menteri BUMN Siapkan Penyelamatan Indofarma (INAF), Ada Opsi Produksi Obat Herbal
Hal senada juga diungkapkan oleh Dekan Sekolah Farmasi ITB I Ketut Adnyana. Ia menilai, Indonesia mempunyai peluang maupun potensi untuk mencapai kemandirian dan ketahanan di sektor kesehatan, khususnya industri farmasi jika mengandalkan bahan-bahan alam.
"Potensi paling besar kita bisa mandiri atau tahan di bidang kesehatan khususunya farmasi karena bahan-bahan alam, karena sumber daya alam kita nomor satu di dunia. Jadi sangat mungkin kita untuk mandiri dan tahan di bidang farmasi," papar Ketut.

