Kemenparekraf Optimistis Target 1,4 Miliar Pergerakan Wisatawan Nusantara Tercapai di Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimistis dapat mencapai target pergerakan wisatawan nusantara sebesar 1,4 miliar pergerakan hingga akhir tahun 2024.
Hal itu diungkapkan Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Raden Wisnu Sindhutrisno saat ditemui dalam acara Kompas Travel Fair 2024 di Jakrta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (20/9/2024).
"Kita punya target cukup besar tahun ini, sekitar 1,2 miliar sampai 1,4 miliar pergerakan. Dan dari Januari hingga Juli ini kita sudah sekitar 500-600 juta. Mudah-mudahan dalam akhir tahun bisa tercapai target sebesar 1,4 miliar pergerakan itu," ujar Raden
Dari jumlah pergerakan wisatawan nusantara hingga saat ini, Raden menjelaskan bahwa untuk destinasi-destinasi yang dikunjungi wisawatan memang masih segmented. Menurutnya, para wisawatawan mengunjungi destinasi yang berada di sekitar wilayah mereka alias wisata pulau.
"Jadi kalau di Jawa, pulau Jawa saja, di pulau Jawa. Karena bisa tidak hanya lewat penerbangan tapi juga lewat jalan darat, kereta gitu jarak. Sumatera juga di sekitar Sumatera saja. Jadi Indonesia Timur, Indonesia Timur saja. Ini masih sangat segmented karena memang kita masih memiliki beberapa tantangan," ungkap Raden.
Raden menjelaskan, salah satu tantangan yang dimaksud adalah terkait harga tiket dalam negeri yang relatif masih sangat mahal.
Sehubungan dengan tantangan tersebut, Raden menjelaskan, pemerintah terus berupaya untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada agar industri pariwisata Indonesia dapat berkembang lebih pesat dan mencapai target yang telah ditetapkan.
"Karena beberapa tantangan, avtur, pajak, dan macam-macam. Kita terus, pemerintahan terus bekerja. Semua antar kementerian lembaga, kita punya forum, kita punya Satgas, dan forum yang setiap bulan merapatkan untuk bisa menurunkan harga tiket pesawat saat ini. Mudah-mudahan dalam paruh keempat terakhir ini harga harga tiket pesawat sudah bisa turun atau paling tidak first quarter, kalau harga tiket pesawat sudah mulai turun itu akan menyebar. Itu pergerakan wisatawan nusantaranya akan menyebar ke seluruh destinasi super prioritas yang ada di seluruh pulau di Indonesia, akan tersebar merata," jelas Raden.

