Stroke Tempati Peringkat Kedua Penyebab Kematian di Seluruh Dunia, Siloam Hospitals Singgung Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id - Siloam Hospitals TB Simatupang menyampikan bahwa stroke menempati peringkat kedua penyebab kematian di seluruh dunia dan merupakan salah satu penyebab utama kecacatan, sehingga menimbulkan beban ekonomi yang signifikan.
Medical Managing Director Siloam Hospitals Group dr Grace F Indradjaja mengungkapkan, secara global, angka mortalitas tahunan akibat stroke adalah sekitar 5,5 juta. Menurut Grace, beban stroke tidak hanya terletak pada angka kematian yang tinggi, tetapi juga morbiditas yang tinggi.
"Yang mengakibatkan hingga 50% penyintas mengalami cacat kronis," ujar Grace dalam acara Press Launching The Kick-off of “Stroke Ready Hospital” Siloam Hospitals TB Simatupang di Rumah Sakit (RS) Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Sementara itu, di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari 7 per 1.000 penduduk pada tahun 2013, menjadi 10,9 per 1000 penduduk pada tahun 2018.
Sehubungan dengan hal tersebut, Grace menilai dibutuhkan komitmen untuk memberikan penanganan stroke yang cepat dan efektif di Indonesia, salah satunya adalah melalui layanan Stroke Ready Hospital.
"Dengan adanya layanan ini, kami berharap dapat memberikan dan mewujudkan harapan para pasien stroke dan keluarga, karena setiap detik itu berharga," kata Grace.
Sementara itu, CEO Siloam Hospitals TB Simatupang Mada Shinta Dewi menuturkan, periode emas untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan permanen yang disebabkan oleh stroke adalah 4,5 jam.
Oleh sebab itu, lanjut Mada, pasien stroke harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit yang tepat.
"Selain itu, kurangnya pengenalan tanda-tanda peringatan stroke merupakan faktor penyebab penting dari keterlambatan pelaporan stroke di rumah sakit," imbuh Mada.

