Bincang Literasi Kemenpora, Maman Suherman Sebut Akses ke Perpustakaan harus Dipermudah
JAKARTA, investortrust.id – Pegiat literasi dan penulis Maman Suherman meminta akses masyarakat ke perpustakaan harus dipermudah. Sebab, salah satu tugas perpustakaan adalah membuat buku itu hidup dan bernapas.
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79, Kemenpora melalui Perpustakaan Pungkas Tri Baruno (PTB) menggelar acara bertajuk “Bincang Literasi” di Media Center Kemenpora, Rabu (14/8/2024).
Mengangkat tema “Membangun Negeri dengan Literasi”, Bincang Literasi menghadirkan pegiat literasi dan penulis Maman Suherman. Selama sekitar 2 jam, Kang Maman membahas literasi serta kaitannya dengan perpustakaan dan berbagi pengalamannya sebagai pegiat literasi.
Baca Juga
Menpora Dito Ariotedjo Pastikan Indonesia Serius Hadapi Olimpiade Los Angeles 2028
Menurut Maman Suherman literasi bukan hanya tentang membaca tulis-numerasi, melainkan juga memiliki peran dalam mengurangi ketertinggalan, keterbelakangan, ketidakberdayaan, dan kemiskinan. “Literasi meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman, dan pemberdayaan dalam berbagai bidang,” kata Maman Suherman.
Lebih lanjut, Maman Suherman menyarankan perlunya dilakukan pembenahan pada setiap perpustakaan sebagai jantung literasi di Indonesia untuk dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal.
“Perpustakaan Indonesia terbanyak kedua di dunia. Tapi, lebih dari 50% perpustakaan itu tidak memiliki pustakawan. Indonesia kekurangan hampir setengah juta pustakawan, hal ini yang perlu menjadi perhatian,” ungkap Maman Suherman.
“Akses masyarakat untuk ke perpustakaan harus dipermudah. Misalnya, keberadaan perpustakaan di suatu gedung instansi, semestinya berada di lantai pertama yang mudah dicapai. Perpustakaan semestinya juga tidak terbatas pada sekat-sekat atau ruangan,” beber Maman Suherman.
Karena itu, Maman Suherman memberikan apresiasi kepada Kemenpora yang telah menghidupkan perpustakaan melalui beragam kegiatan yang dilakukan. Salah satunya melalui acara “Bincang Literasi”.
“Acara ini luar biasa. Menurut saya, perpustakaan itu bukan semata koleksi yang kemudian menyediakan buku. Salah satu tugas perpustakaan adalah membuat buku itu hidup dan bernapas untuk bisa didiskusikan, didialogkan, disosialisasikan,” pungkas Maman Suherman.
Baca Juga
Berapa Bonus Atlet Olimpiade Paris 2024? Menpora Dito Ariotedjo Sebut Nominalnya Segini

