Ini Penyebab Masalah Jantung yang Banyak Ditemukan pada Anak Muda
JAKARTA, investortrust.id - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sub-spesialis kardiologi intervensi dr. Suko Ardiato Sp.JP (K) Ph.D FIHA menyampaikan bahwa masalah jantung pada orang muda lebih banyak disebabkan oleh kelainan jantung bawaan.
"Kita berfokus pada kongenital atau tidak, penyakit jantung bawaan atau tidak, atau penyakit lain misal aorta disebabkan oleh penyakit kelainan bawaan yang disebut sindrom marfan. Itu orangnya kelihatan tinggi-tinggi, tangannya panjang-panjang," kata lulusan Universitas Indonesia itu dalam acara diskusi kesehatan di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (31/7/2024).
Dia mengatakan, kelainan jantung bawaan dan kelainan jaringan kolektif yang menimbulkan masalah seperti jantung bocor atau pembuluh darah mudah robek lebih banyak ditemukan pada orang berusia 20-an tahun.
Penyakit jantung rematik, menurut dia, juga termasuk masalah jantung yang biasanya ditemukan pada orang muda.
Ia menjelaskan bahwa penyakit jantung rematik terjadi karena infeksi kuman yang terjadi bertahun-tahun sejak pasien masih anak-anak. Namun gejalanya biasanya baru dirasakan pada usia 30-an tahun.
Baca Juga
Tiga Tips Ini Penting untuk Jaga Kesehatan Jantung saat Berolahraga
"Dalam waktu berpuluh-puluh tahun menyerang jantung dan akhirnya mulai simptomatik umur 20 atau 30-an. Jadi, butuh waktu berapa lama sampai dia sakit jantung? Ya, cukup lama, sampai 15 atau 20 tahun baru dia menyebabkan gangguan," kata dokter Suko, yang praktik di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.
Dalam menangani penyakit jantung pada pasien laki-laki berusia produktif, dokter Suko menjelaskan, terapi pengobatan menggunakan pengencer darah dan operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung menggunakan bahan logam atau titanium, bisa menjadi pilihan perawatan definitif.
Sedangkan pada pasien perempuan berusia produktif, ia mengatakan, penanganan penyakit jantung disarankan dilakukan dengan operasi katup jantung untuk memasang katup berbahan bio-hewani.
"Kalau dari bio tidak harus minum pengencer darah, karena pengencer darah punya efek samping di antaranya kelainan janin. Jadi, itu hal-hal yang perlu dipertimbangkan," katanya.
Baca Juga
Uni Emirat Arab Resmikan Rumah Sakit Jantung UEA-Indonesia di Solo, Beroperasi Akhir 2024
Ia menambahkan, obat untuk mengeluarkan cairan agar jantung tidak bengkak dan obat untuk menjaga fungsi jantung bisa diberikan pada pasien berusia muda maupun berusia lanjut.
Dokter Suko menyarankan orang-orang dalam rentang usia 20-30 tahun selalu menerapkan pola hidup sehat dan menghindari rokok agar bisa terhindar dari penyakit jantung.

