RIP! Kesulitan Keuangan, Klub Legendaris Prancis Girondins Bordeaux Bangkrut
BORDEAUX, investortrust.id – Klub legendaris Prancis, Girondins Bordeaux, mengajukan kebangkrutan ke Pengadilan Niaga Prancis. Itu terjadi setelah klub yang sempat diperkuat Zinedine Zidane pada awal karier dipaksa turun ke kompetisi amatir, Championnat National.
Di sepak bola profesional, Les Girondins akan klub sepak bola yang pernah diperkuat pemain-pemain kelas dunia seperti Zinedine Zidane, Bixente Lizarazu, hingga Christophe Dugarry. Bahkan, gelandang Real Madrid saat ini, Aurelien Tchouameni, juga berasal dari Bordeaux.
Tapi, krisis keuangan parah yang diderita membuat juara enam kali Ligue 1 itu harus turun kasta secara drastis. Krisis dimulai ketika pandemi Covid-19 membuat klub kehilangan banyak pemasukan dari siaran televisi, tiket pertandingan, maupun produk pernak-pernik.
Baca Juga
Rekor Head to Head Timnas U-19 Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U-19
Kemudian, pada akhir musim 2021/2022, Bordeaux harus menerima kenyataan pahit degradasi dari Ligue 1 ke Ligue 2. Pada 14 Juni 2022, operator kompetisi memaksa Bordeaux degradasi ke Championnat National karena masalah keuangan.
Klub mengonfirmasi mengajukan banding atas keputusan tersebut. Hasilnya, pada 27 Juli 2022, Bordeaux memenangkan banding dan secara resmi dikembalikan ke Ligue 2 untuk musim 2022/2023.
Sialnya, pada akhir musim 2023/2024, Bordeaux secara administratif kembali diturunkan ke Championnat National. Dan, pada 25 Juli 2024, klub secara resmi mengajukan kebangkrutan ke Pengadilan Niaga Prancis untuk memulai restrukturisasi yang diperlukan. Akibatnya, Pengadilan Niaga akan mencabut status profesional Bordeaux.
“Ini adalah keputusan sulit yang mengantisipasi konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari proses restrukturisasi yang sedang berlangsung,” bunyi pernyataan resmi manajemen Bordeaux di situsnya.
Klub yang bermarkas di Matmut Atlantique itu didirikan pada 1881 dengan nama Girondins. Mereka termasuk klub bersejarah dan legendaris di Ligue 1. Mereka sebenarnya hanya memerlukan dana segar 40 juta Euro (Rp 707,9 miliar) untuk menyeimbangkan pembukuan keuangan.
Pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG), sebenarnya sempat tertarik untuk mengakuisisi Bordeaux. Tapi, investor asal Amerika Serikat itu mengurungkan niatnya pada awal bulan ini.
“Klub mempunyai tujuan untuk berkembang di Championnat National musim depan, untuk memungkinkan, secepat mungkin, kembalinya dengan keuangan yang lebih bersih dan ambisi yang diperbarui, ke level tertinggi,” lanjut pernyataan itu.
Baca Juga
Imbang Lawan Thailand, Malaysia Jadi Lawan Indonesia di Semifinal Piala AFF U-19 2024

