BKKBN Rilis 'Population Clock' di Maluku Utara, Begini Fungsinya
JAKARTA, investortrust.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara (Malut) meluncurkan 'Population Clock.' Peluncuran ini dilakukan di tengah peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31 Tingkat Provinsi Malut, Minggu (21/7/2024).
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Nuryamin memaparkan bahwa Population Clock dapat memberikan informasi mengenai jumlah penduduk Provinsi Maluku Utara,yang saat ini sebanyak 1.356.653 jiwa, dengan jumlah kelahiran 14.051 jiwa dan kematian 4.360 jiwa secara real time.
"Population Clock ini update datanya tiap detik (real time). Population Clock ini memang sangat dibutuhkan," tutur Nuryamin dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (23/7/2024).
Baca Juga
BKKBN Optimistis Prevelensi Stunting di Sulut Turun Jadi 15,4%
Pada kesempatan yang sama, Pj. Gubernur Maluku Utara mengatakan, perayaan Harganas ke-31 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membuktikan kepada seluruh masyarakat di Maluku Utara bahwa keluarga adalah segala-galanya.
Keluarga yang dibangun dengan cinta dan kasih sayang serta diisi dengan perilaku hidup sehat dan kuat tentu dapat memberi jaminan masa depan keluarga itu sendiri. Hal ini sejalan dengan tema peringatan Harganas 2024 'Keluarga Berkualitas menuju Indonesia Emas'.
"Ini merupakan sebuah konsep berpikir yang bersinergi dengan visi-misi presiden Republik Indonesia, di mana pembangunan keluarga, khususnya keluarga muda, menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045," ujar Pj. Gubernur Samsuddin.
Nuryamin juga mengatakan penyelenggaraan Harganas tahun ini menjadi wahana meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sosok keluarga bagi pembangunan di Provinsi Maluku Utara.
Baca Juga
Waspada! BKKBN Sebut 74% Remaja Sudah Berhubungan Seksual di Usia 15-19 Tahun
“Momen ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pemantik dalam pencapaian program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting," tegas Nuryamin.
Di kegiatan yang sama, Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI menuturkan bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar bangsa ini untuk menjadi negara maju dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Namun, untuk mewujudkan visi tersebut Indonesia masih dihadapkan pada berbagai peluang dan tantangan yang harus diatasi bersama seperti kasus stunting.
“Dengan strategi yang sistematis dan terkoordinasi, dilandasi semangat gotong royong dan kerja sama lintas sektor diharapkan upaya penurunan prevalensi stunting dan upaya mewujudkan keluarga berkualitas di Indonesia dapat mencapai hasil sesuai dengan yang ditargetkan,” tutur Eli Kusnaeli.

