Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 23,7% dalam Lima Bulan Terakhir
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi (Kemenparekraf) memberikan kabar terbaru terkait konektivitas udara.
Menurut Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf Nia Niscaya, konektivitas udara penting sekali untuk pergerakan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (wisman), karena memang 70% wisman datang ke Indonesia melalui jalur udara.
"Ini kan bisa dilihat ya, karena kalau misal ke Bali, pintu-pintu utama itu kan Bali dan Jakarta itu pasti dengan udara, baru Kepri (Kepulauan Riau) yang menggunakan akses laut," ujar Nia dalam acara The Weekly Brief with Sandi Uno yang digelar secara virtual di Jakarta, Senin (22/7/2024).
Nia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari hingga Mei 2024 mencapai 5,24 juta kunjungan. Di mana, angka ini tumbuh 23,78%.
"Ini keliahatannya positif, bagus, tapi kita lihat sebetulnya sekian ini, 5,2 juta ini berapa persen dari target yang ditetapkan di dalam rencana jangka panjang menengah kita," ungkap Nia.
Lebih lanjut, Nia menyebut, capaian ini sudah 55,20% dari target batas bawah 2024, yakni 9,5 juta kunjungan atau 36,67% dari target batas atas, yakni 14,3 juta.
"Kalau kita lihat data dengan Januari hingga Mei sekitar 5,2 juta, itu artinya kita sudah mencapai 55,20% dari target bawah. Ini rasanya sudah bernafas lega lah ya, Insya Allah. Tujuh bulan kedepan bisa lah kita target bawah, tapi tentu kita tidak cukup disitu, kita ingin mencapai target yang tertinggi, yaitu 14,3 juta. Dan ini masih sekitar 36,67% dari target yang atas, sehingga ini masih sebuah tantangan, PR besar, perlu kolaborasi," jelas Nia.
Di sisi lain, Nia membeberkan, terkait konektivitas udara ini, penerbangan akan menambahkan aksesnya. Di mana, salah satunya adalah Jeju Air yang berencana membuka penerbangan dari Incheon ke Denpasar (PP) mulai 27 Oktober 2024 dan dijadwalkan terbang 7 kali seminggu dengan kapasitas 189 seat per hari.
"Jadi kelihatan sekali betapa penerbangan atau via udara itu memegang peranan penting didalam memberikan konektivitas terhadap sebuah destinasi," ungkap Nia.

