Ditarget Medali Emas, Lifter Indonesia Rizki Juniansyah Mengaku Tidak Terbebani
JAKARTA, investortrust.id – Lifter Indonesia yang akan tampil di Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, mengaku tidak terbebani target medali emas. Atlet berusia 21 tahun itu menyebut akan berusaha tampil tenang demi mengibarkan Merah-Putih.
Rizki Juniansyah menjadi satu dari tiga personel tim angkat besi Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Tampil di kelas 73 kg, Rizki Juniansyah akan bahu-membahu dengan dua rekan lainnya, Eko Yuli Irawan (61 kg) dan Nurul Akmal (+81 kg).
Rizki Juniansyah berhak terbang ke Negeri Mode setelah menjadi juara IWF World Cup 2024 di Phuket, Thailand, pada April 2024. Saat itu, dia mencatatkan total angkatan 365 kg, yaitu 164 kg snatch dan 201 kg clean and jerk.
Baca Juga
Menghadapi Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah mengaku deg-degan. Sebab, ini adalah pesta olahraga terbesar dunia pertama yang diikuti. Ini berbeda dengan Eko Yuli Irawan yang sudah empat kali mengikuti Olimpiade dan Nurul Akmal yang ikut Olimpiade Tokyo 2020.
“Saat ini latihan sudah matang. Heavy sudah dapat. Power sudah dapat. Jadi, nanti saat training camp di Montpellier kami tinggal pematangan saja,” kata Rizki Juniansyah dalam acara pelepasan tim angkat besi Indonesia ke Olimpiade Paris 2024 di Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
Meski debut, Rizki Juniansyah mengaku tidak terbebani. Bagi dia, Olimpiade ajang tertinggi atlet dari seluruh dunia untuk mencapai puncak prestasi. Jadi, dia akan berjuang untuk sukses di Olimpiade Paris 2024.
“Saat ini tidak terbebani. Ini (target medali emas) menjadi motivasi buat saya untuk ke depannya. Mendapat medali emas dan itu harus. Insya Allah tercapai buat Indonesia,” tambah Rizki Juniansyah.
Sepanjang sejarah Olimpiade, angkat besi belum pernah mendapatkan medali emas. Kontribusi mereka adalah 7 medali perak dan 8 medali perunggu. Eko Yuli Irawan menyumbang 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Jadi, saya harus benar-benar siap dari yang sebelumnya,” pungkas Rizki Juniansyah.
Baca Juga
Jalani Debut Olimpiade Paris 2024, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari Rileks

