Kisah Jackson Martinez: Dari Striker Seharga Rp 737 Miliar Jadi Penyanyi Lagu Rohani
BOGOTA, investortrust.id – Pada sebuah masa, Jackson Martinez adalah penyerang yang cukup tajam. Pemain Kolombia itu mencapai kejayaan saat membela sejumlah klub Eropa seperti FC Porto dan Atletico Madrid. Kini, dia sudah pensiun dan banting stir menjadi penyanyi lagu rohani. Kok, bisa?
Pemain sepak bola yang gantung sepatu kebanyakan memilih menjadi pelatih. Contohnya, Pep Guardiola, Lionel Scaloni, Gareth Southgate, Carlo Ancelotti, hingga Zinedine Zidane. Ada juga yang mengurus klub seperti Karl-Hans Rumenigge atau Deco.
Tapi, itu tidak mutlak. Sebab, banyak juga mantan pemain yang menerjuni aktivitas lain. Misalnya, menjadi pengusaha seperti Mathieu Flamini atau terjun ke politik seperti Goerge Weah di Liberia.
Baca Juga
Bikin Klarifikasi Kasus Rasialis, Klub Milik Orang Indonesia Como 1907 Justru Dikecam
Dari banyak karier pemain setelah pensiun, Jackson Martinez punya jalan yang unik. Mantan penyerang yang punya 40 caps dan 9 gol untuk Kolombia serta main di Piala Dunia 2014 itu memilih jalur yang tidak biasa. Jackson Martinez kini dikenal di Kolombia sebagai musisi. Bukan penyanyi komersial, melainkan lagu rohani.
Dengan genre hip-hop, Jackson Martinez merilis lagu-lagunya di Youtube dan Spotifi dalam Bahasa Spanyol. Lagu-lagi karya Jackson Martinez cukup populer dan digemari. Di Youtube, lagu-lagu Jackson Martinez seperti Deseo, Apostasia, hingga Filipenses 4:13 ditonton ribuan orang. Begitu pula di Spotifi.
Apa yang dikerjakan Jackson Martinez saat ini sangat mengejutkan. Sebab, ini diluar profilnya saat aktif bermain sepak bola.
Dulu, Jackson Martinez dikenal sebagai striker yang nakal. Dia tak segan berkelahi di lapangan maupun melakukan pelanggarakn keras kepada lawan. Memulai karier di klub lokal Independiente Medellin, dia kemudian pindah ke Meksiko membela Chiapas.
Selanjutnya, Jackson Martinez bermain untuk FC Porto, Atletico Madrid, Guangzhou Evergrande, hingga Portimonense. Dia pensiun pada 2020 setelah sempat menjadi pemain termahal Asia dengan 42 juta Euro (Rp 737 miliar) saat pindah dari Atletico Madrid ke Guangzhou Evergrande pada 3 Februari 2016.
Baca Juga
Asosiasi Sepak Bola Gibraltar Kecam Selebrasi Kemenangan Rodri di Euro 2024

