Kisah Nico Williams, Putra Imigran Ghana Jadi Pahlawan Spanyol di Final Euro 2024
BERLIN, investortrust.id – Nico Williams membuka gerbang kemenangan Spanyol pada final Euro 2024 melawan Inggris di Olympiastadion, Berlin, Senin (15/7/2024) dini hari WIB. Pemain Athletic Bilbao itu adalah putra imigran Ghana yang jadi pahlawan Spanyol.
Nicholas Williams Arthuer lahir di Pamplona, 12 Juli 2002. Dia adalah pemain sepak bola profesional Spanyol yang bermain sebagai sayap untuk klub La Liga Athletic Bilbao dan tim nasional Spanyol.
Nico Williams adalah adik pemain tim nasional Ghana dan Athletic Bilbao, Inaki Williams. Sama seperti sang kakak, Nico Williams memulai karier sepak bola saat bergabung dengan akademi Los Leones.
Baca Juga
Tinggalkan Jerman, Spanyol Cetak Sejarah Koleksi Gelar Juara Euro Terbanyak
Nico Williams gabung Athletic Bilbao pada 2013 saat berusia 11 tahun. Lalu, dia dipromosikan ke tim cadangan “Bilbao Athletic” pada 2020 dan ke tim utama setahun kemudian. Dia menjadi rekan satu tim dengan kakaknya, Inaki Williams.
Dikenal luas karena kecepatan dan keterampilan menggiring bolanya, Nico Williams memulai debut untuk tim senior Spanyol pada 2022. Beda dengan sang kakak yang memilih Ghana, Nico Williams memutuskan bermain untuk La Furia Roja. Dia menjadi anggota skuad Piala Dunia 2022 dan Euro 2024 akibat performa positif di La Liga.
Seperti halnya Lamine Yamal, Nico Williams juga berasal dari keluarga imigran. Kisah hidup keluarga Nico Williams untuk keluar dari jerat kemiskinan di Ghana demi hidup lebih baik di Spanyol layak dijadikan inspirasi.
Kakak Nico Williams, Iniaki Williams, pernah bercerita bagaimana orang tua mereka berjuang mencapai Spanyol. Ayah mereka, Felix Williams, bersama sang ibu yang sedang mengandung Inaki Williams meninggalkan Ghana dan menyeberangi gurun Sahara tanpa makanan atau air. Bahkan, tanpa alas kaki.
Sesampainya di Melilla (kota Spanyol yang menjadi enclave di Afrika Utara), Felix Williams dan ibu Nico Williams yang sedang hamil Inaki Williams memanjat pagar perbatasan. Mereka tertangkap dan sempat mendekam di penjara untuk menjalani deportasi. Tapi, berkat bantuan pengacara lokal pro-bono, mereka bisa mencapai daratan Spanyol.
“Mereka ikut dalam truk berisi 40 orang. Lalu, berjalan kaki berhari-hari. Orang-orang terjatuh, tertinggal. Banyak yang meninggal. Ini bahaya. Ada pencuri, pemerkosaan, penderitaan. Beberapa orang tertipu. Para penyelundup manusia dibayar dan kemudian pergi begitu saja,” ujar Inaki Williams kepada The Guardian.
“Mereka tidak punya apa-apa. Tidak ada air, tidak ada makanan. Ibu sedang sedang mengandung saya. Mereka sampai di Melilla, memanjat pagar, dan petugas menahan mereka. Mereka tidak punya surat-surat dan datang sebagai migran gelar. Jadi, anda akan dipulangkan,” ungkap Inaki Williams.
“Ketika mereka berada di penjara, seorang pengacara dari Caritas (organisasi amal Katolik) membantu dengan mengajukan suaka karena mereka berasal dari daerah konflik, perang di Liberia,” beber Inaki Williams.
Dengan suaka yang diterima, Inaki Williams kemudian bisa dilahirkan di Spanyol. Begitu oula Nico Williams. Keduanya memiliki bakat di sepak bola, dan sejarah mencatat mereka sebagai pemain sepak bola yang bagus.
Baca Juga

