Kisah Rocafonda, Kampung Imigran di Mataro Tempat Lamine Yamal Tumbuh
BARCELONA, investortrust.id – Sebuah kampung imigran di Distrik Mataro, Barcelona, bernama Rocafonda mendadak terkenal ke seluruh dunia. Penyebabnya, penampilan membanggakan Lamine Yamal bersama Spanyol di Euro 2024.
Lamine Yamal menjadi tulang punggung Spanyol pada turnamen akbar Eropa kali ini, meski baru menginjak usia 17 tahun pada 13 Juli 2024. Dia menjadi pemain termuda yang mencetak gol di Euro saat Spanyol mengalahkan Prancis di semifinal.
Setelah mencetak gol, Lamine Yamal tak pernah lupa berpose dengan jari menunjukkan angka 304. Awalnya, banyak orang bertanya-tanya apa maksud isyarat tangan pemain muda Barcelona tersebut. Tapi, kemudian terungkap fakta bahwa 304 adalah tiga angka belakang dari kode pos lingkungan tempat tinggal orang tua Lamine Yamal di Barcelona.
Baca Juga
Tantang Argentina di Final, Pelatih Kolombia Nestor Lorenzo Mengaku Penggemar Lionel Messi
Itu (08304) adalah kode pos daerah bernama Rocafonda. Itu adalah sebuah lingkungan yang dikenal sebagai tempat tinggal imigran di Distrik Mataro, Barcelona, Katalunya.
Mataro secara administratif dibagi menjadi 11 lingkungan (semacam kelurahan di Indonesia), yaitu Center, Cerdanola, Cirera, Eixample, Palau-Escorxador, Los Molinos, La Llantia, Peramas, Pla d’en Boet, Rocafonda, dan Vista Alegre. Total, Mataro memiliki luas 2.238,4 ha dengan jumlah penduduk 129.680 jiwa.
Salah satu lingkungan di Mataro yang mendadak populer adalah Rocafonda. Ini adalah tempat banyak imigran Afrika Barat, Maroko, hingga Arab bermukim. Kampung ini memiliki luas sekitar 24,6 ha dengan penduduk berjumlah 11.730 jiwa. Salah satunya adalah Mounir Nasraoui, ayah Lamine Yamal.
Sejak Lamine Yamal menjalani debut bersama Barcelona, kehidupan warga Rocafonda semakin bergairah. Mereka memasang foto Lamine Yamal di mana-mana. Tembok dipenuhi mural bergambar sang pemain. Jersey Barcelona dan Spanyol dengan nomor punggung dan nama Lamine Yamal menjadi hal umum di Rocafonda.
Warga Rocafonda sangat bangga dengan Lamine Yamal. Mereka mendukung perjuangan Lamine Yamal dengan rajin menyaksikan pertandingan Barcelona maupun Spanyol bersama-sama. Lamine Yamal juga tidak lupa dengan kampungnya. Itu dia buktikan dengan selebrasi 304 yang ikonik.
“Itu adalah lingkungan terbaik di Spanyol. Bahkan, di dunia. Itu karena kami hidup setara sebagai sesama warga. Kami mencintai satu dengan lainnya dan saling peduli,” ujar Mounir Nasraoui, dilansir Marca.
Lebih lanjut, Mounir Nasraoui menyebut sudah memiliki feeling sejak bayi bahwa Lamine Yamal akan menjadi pesepak bola top. “Saya tahu tentang anak saya ketika dia lahir. Saya tahu dia akan menjadi bintang. Siapa pun ayah, dia tahu itu. Ayah mana pun ingin anaknya menjadi yang terbaik,” kata Mounir Nasraoui.
“Dia anak yang baik. Tidak hanya dalam sepak bola, melainkan juga dalam cinta dan sebagai pribadi. Dia masih kanak-kanak dan mendapat anugerah dari Tuhan. Itu sangat penting dan harus dihargai,” tambah Mounir Nasraoui.
Terakhir, Mounir Nasraoui menyebut Lamine Yamal sejak kecil bermimpi menjadi juara Eropa dan dunia. “Dia ingin menjadi pemain termuda yang memenangkan kejuaraan di Eropa, seperti anak-anak lainnya,” pungkas pria asal Maroko itu.
Baca Juga
Terlalu Mahal? Bayern Muenchen Beli Joao Palhinha dari Fulham Rp875 Miliar

