Dokter: Tidak Kenal Usia, Semua Orang Bisa Kena Katarak
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), Budhu mengatakan bahwa penyakit mata katarak tidak mengenal umur dan semua orang bisa terkena katarak.
“Meski banyak ditemukan pada pasien berusia di atas 50 tahun, sesungguhnya katarak tidak mengenal umur. Sebab, katarak juga bisa terjadi karena kondisi-kondisi tertentu, semua orang bisa terkena katarak," ujar Budhu dalam acara JEC Eye Talks: Peringatan Bulan Kesadaran Katarak di RS Mata JEC @Kedoya, Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Budhu menjelaskan, katarak merupakan gangguan mata yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh. Di mana, ini membuat cahaya tidak dapat melewatinya dengan benar sehingga menyebabkan penglihatan buram, berbayang, dan silau.
Baca Juga
"Kesadaran tentang katarak yang masih terbatas memunculkan anggapan bahwa penyakit ini hanya diderita oleh lansia. Padahal, katarak dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia," ungkap Budhu.
Di sisi lain, Budhu mengungkapkan, katarak masih menjadi momok terbesar gangguan penglihatan di dunia. Pada 2020 saja, lebih dari 100 juta orang menderita katarak dan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan.
Baca Juga
Fenomena Dokter Merangkap Influencer, Majelis Etik IDI Buka Suara
Di Indonesia sendiri, kata Budhu, penyandang kebutaan berjumlah 1,6 juta orang, dengan sekitar 80% disebabkan oleh katarak. Sayangnya, masih banyak penyandang katarak yang belum menjalani operasi.
"Semua orang bisa terkena katarak dan penanganannya hanya melalui tindakan operasi, karenanya, kita harus melakukan sosialisasi dan edukasi yang masif kepada seluruh lapisan masyarakat. Sejak Perdami lahir pada 1964, komitmen pemberantasan kebutaan terus kami gelorakan," pungkasnya.

