Mengapa Italia Kirim 5 Wakil di Liga Champions Musim Depan? Begini Penjelasannya
TURIN, investortrust.id – Juventus dan Bologna resmi mengamankan posisi Liga Champions 2024/2025 setelah kemenangan 2-1 Atalanta atas AS Roma pada pertandingan Serie A, Senin (13/5/2024) dini hari WIB. Itu berarti Italia musim depan akan diwakili lima klub di Liga Champions.
Setelah pertandingan Serie A pekan 36, Juventus bermain imbang 1-1 dengan Salernitana dan Bologna mengalahkan Napoli 2-0. Artinya, I Bianconeri dan I Rossoblu sama-sama mengoleksi 67 poin dari 36 pertandingan liga musim ini. Jumlah itu tujuh poin lebih banyak dari AS Roma di tempat keenam.
Dengan kondisi seperti itu, Serie A akan mengirimkan Inter Milan, AC Milan, Juventus, dan Bologna. Sementara satu tiket lagi akan menanti hingga akhir musim apakah Atalanta, AS Roma, atau Lazio.
Ini unik karena Liga Champions 2024/2025 bakal menjadi babak baru dalam kompetisi kasta tertinggi klub Eropa tersebut. Total tim yang terlibat bertambah dari 32 menjadi 36. Nantinya, fase grup akan dihapus, dan diubah dengan sistem baru yang menggunakan klasemen besar berisi seluruh tim peserta.
UEFA mengklaim perubahan format ini diperlukan agar Liga Champions bisa bertahan sebagai kompetisi sepak bola terbaik level klub. Mereka ingin mencuri perhatian para penonton baru sekaligus menangkis wacana Liga Super Eropa.
Dengan format lama, ada enam pertandingan di fase grup. Juara dan runner-up grup akan lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan format home-away. Lalu, perempat final, semifinal, dan final di satu kota.
Baca Juga
Pasrah? Erik ten Hag Bilang Begini Setelah Manchester United Dikalahkan Arsenal
Untuk musim depan, fase grup tidak ada lagi, diganti dengan “fase liga”. Ada total delapan pertandingan di League Phase, lebih banyak dua laga daripada fase grup yang sekarang. Tim tidak lagi dibagi ke dalam delapan grup berisi empat tim. Sebab, seluruh tim peserta akan ditempatkan dalam satu klasemen besar yang didasarkan pada hitungan poin dan selisih gol.
Dari klasemen besar ini, delapan tim teratas akan lolos langsung ke babak 16 besar. Lalu, peringkat 9-24 akan memainkan play-off untuk merebut delapan tiket sisa ke babak 16 besar. Sementara posisi 25-36 dipastikan tersingkir dari kompetisi Eropa, tidak ada lagi yang turun kasta ke Liga Europa.
UEFA juga sudah menjelaskan pemilihan 36 tim peserta Liga Champions 2024/2025. Ada 25 spot yang dibagi ke liga domestik. Lalu, ada dua spot otomatis lolos untuk juara Liga Champions dan juara Liga Europa.
Selanjutnya, UEFA akan melakukan rebalancing jika juara Liga Champions atau juara Liga Europa juga mengamankan spot lolos dari liga domestik. Contohnya, Real Madrid (juara La Liga dan akan tampil di final Liga Champions) serta Bayer Leverkusen (Bundesliga dan Liga Europa).
Nah, berikut daftar tim yang sementara ini sudah lolos Liga Champions lewat jalur non kualifikasi. Inggris diwakili Arsenal, Manchester City, Liverpool, dan Aston Villa. Lalu, Spanyol (Real Madrid, Barcelona, Girona, Atletico Madrid), Jerman (Bayer Leverkusen, Bayern Muenchen, VfB Stuttgart, RB Leipzig), Italia (Inter Milan, AC Milan, Juventus, Bologna).
Ada lagi Prancis (PSG, AS Monaco, Brest), Belanda (PSV Eindhoven, Feyenoord), Portugal (Sporting Lisbon), Belgia (Anderlecht), Skotlandia (Glasgow Celtic), dan Austria (Sturm Graz).
Sementara dari jalur European Performance Spots terdapat AS Roma dan Borussia Dortmund. Lalu, Champions League winner rebalancing (Shakhtar Donetsk), dan Europa League winner rebalancing (Benfica).
Namun, daftar peserta tersebut masih bisa berubah, tergantung situasi di akhir musim, termasuk klasemen akhir liga-liga domestik dan juara Liga Champions maupun Liga Europa.
Selain itu, UEFA juga masih menyediakan jalur kualifikasi untuk Champions Path dan League Path. Champions path adalah babak kualifikasi untuk para juara liga yang tidak otomatis lolos ke fase grup. Biasanya dari liga-liga dengan koefisien rendah, seperti Yunani, Hungaria, atau Kroasia.
Sementara League path adalah jalur kualifikasi untuk bukan juara liga. Biasanya untuk para runner-up. Mereka juga berasal dari liga-liga dengan nilai koefisien rendah.
Baca Juga
Apa Itu? Arsenal Catat Rekor Unik Setelah Kalahkan Manchester United

