Ada Apa? Dapat Investasi Rp 7,6 Triliun, Chelsea Justru Potong Gaji Pemain
Jakarta, Investortrust.id – Meski dalam proses mendapatkan investasi 404 juta poundsterling (Rp 7,6 triliun) dari Ares Management, Chelsea justru berniat mengurangi beban gaji pemainnya. Ada masalah apa?
Selama era kepemimpinan Roman Abramovich, Chelsea dikenal sebagai klub kaya bergelimang bintang dunia. Gaji besar digelontorkan untuk membangun skuad yang sukses mempersembahkan trofi Liga Premier Inggris, Liga Europa, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub.
Sayang, konflik di Rusia dan Ukraina membuat keberadaan Roman Abramovich di sepakbola Inggris tidak lagi diharapkan. Taipan Rusia itu dipaksa menjual sahamnya. Kemudian, konsorsium yang dimotori Todd Boehly dan Clearlake Capital resmi mengendalikan The Blues mulai 2022.
Beda dengan Roman Abramovich yang jor-joran mengelontorkan uang belanja, rezim Todd Boehly tampak berhati-hati di jendela transfer. Hingga penutupan bursa musim panas 2023, Chelsea telah menjual 13 anggota skuad senior.
Chelsea juga berusaha memotong tagihan gaji 80 juta poundsterling (Rp 1,5 triliun). Sebab, sejak pengambilalihan Todd Boehly dan Clearlake Capital pada 2022, Chelsea telah menghabiskan sekitar 1 miliar poundsterling (Rp 18,9 triliun) untuk transfer pemain. Jadi, wajar jika tagihan gaji mereka meningkat.
Baca Juga
Tradisi Blunder Kiper Manchester United! Habis David de Gea, Terbitlah Andre Onana
Klub telah berusaha merekrut beberapa anggota skuad dalam tiga jendela terakhir. Lalu, untuk menyeimbangkan neraca, mereka melepas sejumlah nama. Sebut saja Kalidou Koulibaly, Kai Havertz, N’Golo Kante, dan Romelu Lukaku. Mereka dilepas secara permanen atau dengan status pinjaman.
Sejumlah pemain lokal Inggris juga telah diizinkan hengkang. Ini agar klub bisa segera mendapatkan keuntungan dan membantu melawan dampak jangka panjang amortisasi.
Namun, usaha Chelsea mengurangi beban gaji pemain dianggap paradoks. Pasalnya, Chelsea dalam proses mendapatkan suntikan dana segar dari perusahaan manajemen aset alternatif asal Amerika Serikat (AS), Ares Management. Mereka berkomitmen menginvestasikan 404 juta poundsterling (Rp 7,6 triliun).
Potong Gaji Demi Renovasi Stadion Stamford Bridge
Pertanyaannya, mengapa Chelsea melakukan hal itu? Mengapa klub London Barat masih kesulitan keuangan, meski sudah mendapatkan tambahan dana dari investor?
Ternyata, ada alasan yang masuk akal menurut manajemen Chelsea. Pemotongan gaji pemain top bukan karena The Blues krisis finansial. Bukan pula karena investasi Ares Management akan digunakan menutup utang. Ini dilakukan Chelsea karena ingin menyelesaikan renovasi Stadion Stamford Bridge.
“Kami telah membeli aset yang sangat didambakan oleh banyak pembeli potensial lainnya. Pada akhirnya, kami sangat selaras dengan pendukung dan basis penggemar karena cara terbaik untuk membuat klub kami lebih berharga adalah menang. Tim mengalami musim pertama yang sulit, musim pertama kami. Kami memiliki banyak sekali bakat,” kata salah satu pendiri Clearlake Capital Jose Feliciano, dilansir Dailymail.
“Saya pikir, apa yang kami coba lakukan adalah mengurangi gaji. Dan, pada dasarnya, opex (biaya operasional) bisnis ini sebanyak lebih dari 80 juta poundsterling (Rp 1,5 triliun) per tahun,” beber Jose Feliciano.
Renovasi stadion dan pemotongan gaji merupakan salah satu bunyi kesepakatan Ares Management dengan Chelsea demi investasi 404 juta poundsterling (Rp 7,6 triliun) itu. Sebab, dengan stadion besar, pemasukan lebih banyak akan mengalir.
Saat ini, Stadion Stamford Bridge hanya mampu menampung sekitar 40.000 penonton. Jumlah tersebut sangat jauh jika dibandingkan enam rival teratas mereka di Liga Premier Inggris. Sebut saja Arsenal (60.700), Tottenham Hotspur (62.850), Manchester United (74.000), Liverpool (61.370), dan Manchester City (53.400).
Yang menjadi perdebatan di internal Chelsea saat ini adalah apakah Stadion Stamford Bridge dihancurkan dan dibangun baru, atau hanya direnovasi. Ada juga usulan membangun stadion baru di tempat lain, di Earl’s Court.
Baca Juga
No Bellingham, No Party! Lagi-lagi Jude Bellingham jadi Pahlawan Real Madrid

